• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Pelabuhan Mangaran Sepi Gara-gara Cuaca Ekstrem

by Ady Putong
21 Agustus 2019
in Daerah, News
0
Pelabuhan Mangaran Sepi Gara-gara Cuaca Ekstrem

Pelabuhan Mangaran nampak sepi dari aktifitas laut (Foto Evan Barta1)

0
SHARES
205
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Talaud, Barta1.com — Cuaca ekstrim terus melanda perairan Kabupaten Kepulauan Talaud beberapa pekan terakhir. Hal ini membuat transportasi laut dari Pulau kabaruan ke Pulau Salibabu, Karakelang dan sebaliknya untuk sementara tidak berlabuh di Pelabuhan Mangaran.

Terpantau, Pelabuhan Mangaran nampak lengang dan tidak ada satupun kendaraan laut berlabuh karena mereka lebih memilih pelabuhan Pantuge dan Kabaruan untuk tempat berlabuh karena kedua pelabuhan tersebut terlindung dari angin kencang.

Tak hanya memberikan imbauan terhadap aktifiras warga di laut, fasilitas penunjang keselematan penumpang yang ada pada transportasi laut pun di sorot karena dinilai tidak memadai. Hal ini disampaikan oleh Kapolsek dan Camat Kabaruan ketika dikonfirmasi pada Rabu (201/08/2019).

Kapolsek Kabaruan Ipda Lucky Mangundap mengimbau agar warga yang melakukan aktifitas di laut harus berhati-hati karena cuaca ektrim yang melanda perairan talaud.

“Imbauan kami terkait dengan cuaca yang sejak bulan Juli sampai sekarang ini yaitu angin kencang dan gelombang laut begitu besar, kami dari pemerintah khususnya kepolisian yang berfungsi sebagai pembina keamanan dan ketertiban masyarakat kiranya dapat berhati-hati terutama bagi nelayan-nelayan yang sering melaut. Kiranya cuaca yang masih ekstrim ini karena pengalaman, ketika masuk bulan Juli banyak peristiwa-peristiwa,” ujar Kapolsek.

Lanjutnya, ketika masuk musim angin Selatan, untuk pelabuhan-pelabuhan rakyat yang berada di pesisir barat, itu memang tidak bisa dimasuki perahu ataupun speedboat. Baik pemiliknya dari sini ataupun dari Melonguane maupun Lirung. Sehingga alternatif itu Pantuge karena memang di sana aman untuk dimasuki atau tempat berlabuhnya baik itu perahu taksi maupun speed.

Senada dengan itu, Camat Kabaruan Djemi SL Laruaa SH MH menuturkan, Sesuai dengan kondisi yang kita lihat sekarang bahwa cuaca tidak menentu. Musim angin kencang, di lautan bergelombang sehingga perlu diimbau terutama kepada seluruh masyarakat yang mata pencariannya nelayan itu sekiranya mungkin harus berhati-hati melihat faktor cuaca yang ada.

Dia juga menyoroti fasilitas keselamatan yang ada pada kendaraan laut berupa perahu maupun speddboat yang dinilai tidak memadai.

“Kemudian kepada pengusaha yang mempunyai fasilitas kendaraan laut seperti speed dan juga perahu, kiranya mohon diperhatikan terutama keselamatan-keselamatan penumpang. Kalau boleh setiap perahu itu ada pelampung dan pelampungnya sejumlah dengan kapasitas angkutan,” tutur Djemi.

Djemi menilai, fasiltas berupa pelampung yang merupakan alat bantu renang ini hanya terkesan sebagai formalitas saja.

“Sebab kita lihat sampai dengan hari ini ada pelampung atau alat bantu berenang tetapi jumlahnya sangat sedikit. Itu mungkin hanya menjadi semacam formalitas yang penting ada pelampung.
Kemudian bagi angkutan speed. Itu banyak speed yang maso di Mangaran, di pasir putih ataupun di pantuge, itu hampir semuanya tidak ada alat keselamatan seperti pelampung,” ungkap Camat.

“Dan kalau boleh semua kendaraan laut ini diberikan alat bantu navigasi dan semuanya diberikan pelatihan dalam rangka membaca dan mengetahui tentang alat bantu navigasi,” kunci Camat. (*)

Peliput : Evan Taarae

Barta1.Com
Tags: karakelangMangaransalibabuTALAUD
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Lulusan Teknik Elektro UTSU Siap Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0

Lulusan Teknik Elektro UTSU Siap Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Fasilitasi Perdamaian Dua Kelompok Pemuda di Kota Bitung 1 Mei 2026
  • Nobar “Pesta Babi” di Manado: Cermin Luka Papua, Alarm bagi Sulawesi Utara 1 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelepasan Jamaah Haji dengan Pelayanan Terbaik 1 Mei 2026
  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026
  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In