Mitra, Barta1.com – Tak ada yang pernah menyangka nyawa Alfian Watania dicabut oleh sahabatnya sendiri. Warga Silian Barat itu meregang setelah DW alias Douglas menikamnya 2 kali kala masyarakat Minahasa Tenggara tengah berpengucapan syukur, Minggu 7 Juli 2019.
Haru pilu nampak pada sebelum dan sesudah prosesi pemakaman korban yang dilaksanakan pada Senin (8/7/2019). Tangis pecah dan wajah penuh sedih terlihat di wajah Feybe Tulung, ibunda korban penikaman.
“Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya,” harap Feybe.
Tak sedikitpun terpikirkan oleh Feybe, DW alias Douglas (26) yang tak lain merupakan teman dekat anaknya, sampai hati berbuat bejat seperti itu.
“Mereka berdua itu sahabat karib bahkan sering tidur di rumah kami,” tutur Feybe.
DW diringkus di salah satu rumah di Tombatu sekira Pukul 21.00 Wita, atau tak berselang lama dari kejadian penikaman.
“Bersamanya juga diamankan sebilah pisau yang digunakan membunuh korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Arie Prakoso SIK.
Lanjut diungkapkan Prakoso, hasil penyelidikan sementara kepolisian, diketahui kejadian berawal sewaktu korban dan tersangka terlibat perkelahian hingga berujung aksi penikaman yang menyebabkan korban tewas.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dan tulang rusuk bawah payudara,” tambah Prakoso sembari menambahkan, pelaku sewaktu diamankan dalam kondisi mabuk.
Prakoso menegaskan, akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP. “Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas Prakoso. (*)
Peliput: Chinry Assa

Discussion about this post