Manado, Barta1.com – Berkembangnya isu Kongres Asprov PSSI Sulut termasuk siapa nahkoda Ketua PSSI Sulut ditanggapi Plt Dirtek Kompetisi Asprov PSSI Sulut, Fiko Onga.
‘’Terkait dengan isu yang berkembang soal Kongres Asprov PSSI Sulut sampai saat ini kami terus berkomunikasi di internal PSSI Sulut. Soal wacana yang dibangun oleh teman-teman dan para senior yang mengelompokkan dalam kelompok Komite Pemilihan dan Komite Banding yang sempat viral beberapa waktu kemarin kami PSSI Sulut tidak perlu menanggapinya, karena berdasarkan Statuta dan PO PSSI tahun 2025 soal Kongres itu menjadi ranah dari pengurus PSSI Sulawesi Utara yang dipimpin Plt Ketua Arya Sinulingga dan Plt Sekretaris Figter Aprilian Lumbaa,’’ katanya usai rapat dengan klub peserta Liga 4 di Sekretariat PSSI Sulut Kompleks Marina Plaza Manado, Kamis (5/11/2026).
Sementara ini, kata dia PSSI Sulut lagi melakukan pembenahan secara total menyangkut tata kelola organisasi PSSI baik di tingkatan provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota dan juga lagi mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI pada pada 30 November ini.
‘’Untuk surat pemberitahuan Kongres Tanunan kami sudah layangkan pada tanggal 30 Oktober 2026. Hal ini sebagai bentuk wujud taat administrasi yang dilakukan oleh PSSI Sulut sebab berdasarkan Statuta dan PO PSSI pemberitahuan kongres harus dilaksanakan paling lambat 30 hari kepada seluruh peserta,’’ ujar mantan wartawan tersebut.
Maka daripada itu untuk yang kebut-kebutan agar kongres pemilihan dilaksanakan secara cepat-cepat bersabarlah, ayo kita belajar mengatur organisasi ini secara baik. Jangan selalu mau mengatur organisasi sesuai dengan kemauan takaran sendiri, padahal soal tata kelola dan manajemen organisasi kita sudah memiliki rambu-rambunya dalam bentuk Statuta dan Peraturan Organisasi.
Staf Khusus Gubernur Sulut ini juga menyampaikan selain pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI Sulut yang dijadwalkan pada 30 November 2026 mendatang tentunya akan membuka ruang bagi para pemilik hak suara untuk mengagendakan pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding (KB). Langkah tersebut menjadi mekanisme sah guna mempersiapkan agenda pemilihan pengurus baru PSSI Sulut.
Fiko menjelaskan bahwa dinamika organisasi yang berkembang saat ini harus tetap berpedoman pada aturan tertinggi, yakni Statuta 2025 dan Peraturan Organisasi (PO) PSSI. “Nah, di Kongres Tahunan di situ ada kalau usul kedua yang sudah kami sebarkan surat pemberitahuannya, yaitu membuka ruang untuk adanya agenda lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, agenda lainnya tersebut memberi kesempatan bagi peserta kongres untuk mengusulkan pergantian maupun pembentukan KP dan KB. Menurutnya, berdasarkan statuta dan peraturan organisasi, pergantian komite tersebut hanya dapat ditempuh melalui dua mekanisme, di mana salah satu opsi paling ideal adalah melalui keputusan forum Kongres Provinsi PSSI Sulut. “Nah, di sini jelas, jadi ketika pada saat kongres nanti, teman-teman peserta ada yang mengusulkan mungkin mengganti Komite Banding dan Komite Pemilihan atau kemudian tidak, itu tergantung forum, karena keputusan tertinggi ada di Kongres PSSI Provinsi Sulawesi Utara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fiko menyampaikan pesan dari pimpinan agar seluruh insan sepak bola di daerah ini dapat mengedepankan kebersamaan demi kemajuan prestasi olahraga si kulit bundar di Nyiur Melambai. “Kalau saya mengutip hasil pembicaraan Plt Ketua PSSI Sulut Pak Arya Sinulingga dan Pak Gubernur Sulawesi Utara, keinginannya itu cuma satu: kompetisi ini berjalan, anak-anak bisa berkompetisi, anak-anak main bola, sehingga yang namanya atmosfer sepak bola itu lahir lagi dan bisa menjadi roh untuk Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan Rapat PSSI adalah peserta yang merupakan voters resmi dari 12 klub peserta ada 9 yang hadir yaitu Persma Manado, Persmin Minahasa, PSMU, PUMA FC Sangihe, Kuda Laut Belang, Bolsel FC, Bank Sulut FC, Sulut FC, dan Klabat Jaya Sakti.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post