Manado, Barta1.com– Tim robotik SMA Negeri 8 Manado siap berkompetisi dalam ajang Robot Contest tingkat SMA/SMK yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Komputer, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Kamis (29/10/2026).
Salah satu peserta, Israel Bidule, mengungkapkan optimismenya dalam menghadapi kompetisi tersebut. Ia berharap dapat kembali meraih prestasi terbaik, mengingat dirinya pernah mengikuti perlombaan di Polimdo dan berhasil membawa pulang juara pertama.

“Pada lomba ini kami optimistis untuk mendapatkan juara, mengingat di Polimdo pernah juga ikut dan mendapatkan juara satu,” ungkap Israel.
Saat diwawancarai, Israel didampingi dua rekannya, Annas Praditya dan Fachry Bagus Ardiansyah. Keduanya juga memiliki tim masing-masing untuk mengikuti berbagai kompetisi robotik.
Ketertarikan Israel terhadap dunia robotik mulai tumbuh sejak duduk di bangku kelas X SMA. Baginya, robotik bukan sekadar bidang teknologi, melainkan juga kegiatan yang menyenangkan dan menantang.
“Saya tertarik dengan dunia robotik sejak duduk di bangku kelas satu SMA, karena robotik itu menyenangkan,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai harapannya dalam Robot Contest kali ini, Israel menegaskan keinginannya untuk kembali meraih gelar juara.
Sementara itu, Ketua Panitia Robot Contest, Marfel Jhosua Lengkoan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Project Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis proyek di Program Studi Komputer Teknik Elektro Polimdo.
“Ini bagian dari mata kuliah Robotika. Kegiatan ini dilaksanakan karena menjadi bagian dari mata kuliah tersebut, yang dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro, Marson Budiman, SST., MT.,” jelas Marfel.
Ia menambahkan, mahasiswa menjadi pelaksana kegiatan, sedangkan peserta berasal dari berbagai SMA/SMK di Provinsi Sulawesi Utara.
“ Ada beberapa sekolah yang ikut. Sampai saat ini, yang terdaftar sebanyak 15 tim,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Marfel berharap para mahasiswa dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para siswa yang berpartisipasi. Menurutnya, Robot Contest tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar bersama untuk memperluas wawasan di bidang robotika.
“Khususnya, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama karena dapat menambah pengetahuan kami, begitu juga bagi para peserta,” tambahnya.
Marfel juga menjelaskan bahwa penilaian dalam Robot Contest mencakup kemampuan peserta dalam mengoperasikan robot, kerja sama tim (teamwork), serta sejumlah aspek lain yang berkaitan dengan pelaksanaan lomba. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post