Manado, Barta1.com– Sekumpulan pemuda di Kota Manado menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan mengangkat tema “Refleksi Gerakan Pemuda di Sulawesi Utara”. Kegiatan tersebut berlangsung di Daseng Karangria, Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (28/10/2026).
Peringatan ini diisi dengan sejumlah agenda, yakni nonton bareng (nobar), diskusi, dan mimbar bebas sebagai ruang bagi para pemuda untuk menyampaikan pandangan serta menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi di Sulawesi Utara.
Kegiatan diawali dengan mimbar bebas yang menghadirkan aktivis lingkungan, Iin Samiadji. Dalam kesempatan tersebut, Iing menyampaikan aspirasinya melalui lagu berjudul “Lawan Reklamasi”, “Koruptor Babi”, dan “Ketika”.
Di sela-sela penampilannya, Iing menjelaskan dampak kebakaran hutan terhadap kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Menurutnya, kebakaran hutan dapat menyebabkan kematian pepohonan dan tumbuhan endemik, hilangnya habitat, hingga kematian satwa liar.
Ketika ditanya mengenai dugaan pembakaran hutan di Gunung Klabat, Iing, yang belum lama ini turut berjuang memadamkan kebakaran di kawasan tersebut, membenarkan bahwa gunung itu dibakar.
“Iya, gunung itu dibakar. Saya bersuara di sini agar banyak yang tahu dan ikut bersuara,” tegasnya.
Peringatan Sumpah Pemuda ini turut melibatkan berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Aliansi Tolak Reklamasi, LBH Manado, WALHI, PMII Metro, KOPRI Metro, Gusdurian Manado, IMM, BPK Oi Manado, Aliansi Perempuan Indonesia, Betina Issue, Kohati, HMI Cabang Manado, Korps IMMAWATI Sulut, Badan Tadzkir Unsrat, GMKI Komisariat Solafide, serta GMKI Cabang Manado.
Melalui kegiatan ini, peringatan Sumpah Pemuda menjadi ruang refleksi bagi gerakan pemuda di Sulawesi Utara, sekaligus wadah untuk menyuarakan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post