Manado, Barta1.com – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Vonny Paat, mempertanyakan kemungkinan adanya program Dinas Pendidikan yang tidak terlaksana pada tahun 2026 akibat efisiensi anggaran. Ia berharap program-program tersebut dapat kembali diakomodasi dan direalisasikan pada tahun 2027.
Pertanyaan itu disampaikan Vonny Paat di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Drs. Jahja Paulus Rondonuwu, M.Si, saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP), Ruangan Komisi IV DPRD Sulut, Senin (19/10/2026).
“Adakah program di tahun 2026 yang tidak dilaksanakan karena efisiensi anggaran, dan dapat dibanggakan kembali di tahun 2027?” ungkap Vonny.
Ia juga berharap kondisi anggaran pada tahun 2027 dapat kembali stabil, sehingga pelaksanaan berbagai program pendidikan bisa berjalan lebih optimal.
“Kami berharap di tahun 2027 ini kembali stabil, mengingat di tahun 2026 ini banyaknya efisiensi anggaran sehingga terjadi pemangkasan pada subkegiatan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Jahja Paulus Rondonuwu, menjelaskan bahwa hingga triwulan III tahun 2026, penyerapan anggaran telah mencapai 65,75 persen.
Menurut Jahja, realisasi anggaran tersebut tercatat sebesar Rp696.015.743.662 dari total pagu anggaran sebesar Rp1.058.616.071.402.
“Jadi, pagu anggaran sebesar satu triliun lima puluh delapan miliar enam ratus enam belas juta tujuh puluh satu ribu empat ratus dua rupiah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jahja memaparkan sejumlah kegiatan yang masih dalam proses pelaksanaan. Di antaranya, program beasiswa dengan anggaran Rp2 miliar, pelatihan magang ke Jepang sebesar Rp1,3 miliar, pelatihan bimbingan belajar bagi anggota Paskibraka sebesar Rp300 juta, serta pelatihan guru.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, seluruh kegiatan yang telah dianggarkan tetap terlaksana.
“Sampai saat ini, setiap kegiatan yang dianggarkan semua terlaksanakan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post