• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, September 29, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

AQUAFORGE Polimdo Kembangkan Kolam Terpal Modular untuk Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

by Meikel Eki Pontolondo
29 September 2026
in Edukasi
0
AQUAFORGE Polimdo Kembangkan Kolam Terpal Modular untuk Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Berdampak Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali dilaksanakan. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Kampus Polimdo, Jumat (4/9/2026).

Pengabdian tersebut mengangkat tema “Pengembangan Model Infrastruktur Budidaya Ikan Nila Warna Berbasis Kolam Terpal Moduler yang Efisien, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim AQUAFORGE (Engineering Sustainable Aquaculture) yang terdiri dari mahasiswa Polimdo. Tim menerapkan model infrastruktur budidaya ikan nila warna berbasis kolam terpal modular yang dirancang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan.

 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menerapkan teknologi tepat guna yang dapat mendukung ketahanan pangan berkelanjutan,” ungkap John’s R.F. Runtunuwu, didampingi rekan-rekannya, yakni Yehezkiel Tumimbang Seanidji Sumantri, Prisilia Anjeli Pongayouw, Julivie Nadya Gogani, Jermias Caraen, Eunike Rosalin Emanuel Kajuwatu, Rafael Junior Assa, Kezia Jasmine Bonenehu, Gerry Vincensius Manein, dan Priskila E. Liunsanda.

Tim AQUAFORGE mendapatkan bimbingan langsung dari Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polimdo, Ir. Rudolf G. Mait, S.T., M.T. Tim yang terdiri dari mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polimdo tersebut terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari perancangan, penerapan, dokumentasi, hingga pendampingan.

Menurut tim, kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan akan teknologi budidaya perikanan yang efisien dalam penggunaan lahan, ekonomis, serta mudah diterapkan.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan teknologi budidaya perikanan yang efisien dalam penggunaan lahan, ekonomis, serta mudah diterapkan,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penggunaan sistem kolam konvensional dengan kondisi air yang cenderung stagnan. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan dalam menjaga kualitas air sekaligus memenuhi kebutuhan oksigen bagi ikan selama proses budidaya.

Sebagai solusi, Tim AQUAFORGE menerapkan kolam terpal modular yang dilengkapi dengan sistem sirkulasi air berputar (rotary water circulation).

“Teknologi ini dirancang agar air di dalam kolam terus bergerak melalui jaringan perpipaan, sehingga membantu menjaga sirkulasi dan distribusi oksigen di dalam kolam,” tutur John’s.

Dalam penerapannya, terlihat sejumlah unit kolam terpal modular yang telah terpasang dan saling terhubung menggunakan jaringan pipa PVC. Aliran air yang keluar melalui sistem perpipaan kemudian dialirkan kembali ke kolam sehingga menciptakan pergerakan air secara berkelanjutan.

“Aliran air yang keluar dari sistem perpipaan kemudian masuk kembali ke kolam sehingga menciptakan pergerakan air secara berkelanjutan,” ucapnya.

Kolam tersebut dirancang menggunakan rangka yang kokoh dan dapat diterapkan secara modular. Berdasarkan rancangan teknologi dalam proposal, setiap unit kolam memiliki kapasitas sekitar 3.000 liter dan dirancang agar mudah dibongkar-pasang, hemat lahan, ekonomis, serta dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus budidaya.

“Program ini tidak hanya diarahkan pada penerapan teknologi, tetapi juga pada upaya mendukung ketahanan pangan dan pengembangan potensi ekonomi melalui budidaya ikan nila warna,” tambahnya.

Dalam proposalnya, kegiatan AQUAFORGE diarahkan untuk meningkatkan keterampilan budidaya, kapasitas manajemen usaha, produktivitas, serta pendapatan mitra. Model kolam yang dikembangkan juga diharapkan dapat menjadi contoh teknologi tepat guna yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut.

“Penggunaan sistem sirkulasi air juga menjadi bagian dari konsep ramah lingkungan karena dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air,” katanya.

Selain itu, air sisa dari kegiatan budidaya direncanakan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik cair bagi tanaman di sekitar area penerapan.

Tim AQUAFORGE berharap inovasi kolam terpal modular dengan sistem sirkulasi air tersebut dapat menjadi teknologi budidaya yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan serta pengembangan ekonomi.

“Program ini mendukung SDG 2 melalui ketahanan pangan, SDG 8 melalui peluang ekonomi dan peningkatan keterampilan, SDG 9 melalui inovasi teknologi dan infrastruktur, SDG 12 melalui penggunaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab, serta SDG 17 melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pembimbing, dan mitra,” sahutnya.

Ke depan, Tim AQUAFORGE berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai tempat sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Polimdo dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: AQUAFORGEKegiatan Pengabdian Mahasiswa Berdampak Politeknik Negeri Manado
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Berkat Sinergitas Pemkab dan DPRD Sitaro Tuntaskan APBDP 2026

Berkat Sinergitas Pemkab dan DPRD Sitaro Tuntaskan APBDP 2026

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Berkat Sinergitas Pemkab dan DPRD Sitaro Tuntaskan APBDP 2026 29 September 2026
  • AQUAFORGE Polimdo Kembangkan Kolam Terpal Modular untuk Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan 29 September 2026
  • Mahasiswa Teknik Elektro Polimdo Kembangkan Kolam Terpal Cerdas untuk Dorong Kemandirian Finansial 29 September 2026
  • DPRD Sulut Siapkan Ranperda Kolaboratif untuk Perkuat Layanan JKN dan Atasi Persoalan Desil 29 September 2026
  • Pengabdian Kanwil V Manado Dukung Haru Bahasa Isyarat Internasional dan PTI 2026 di Sulut 28 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In