Talaud, Barta1.com – Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah menyampaikan dirgahayu kepada seluruh masyarakat Talaud, dari Tinonda sampai Napombaru. Hal ini diucapkan saat dirinya menjadi inspektur upacara peringatan ulang tahun Kabupaten Kepulauan Talaud ke- 24 yang digelar di lapangan upacara depan rumah jabatan Bupati, Kamis (02/07/2026).
Ia menekankan bahwa usia 24 tahun merupakan perjalanan sarat makna yang menyimpan sejarah perjuangan, doa, dan pengorbanan para pendahulu dalam melahirkan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2002. Melalui momentum ini, Bupati menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang otonomi daerah serta seluruh elemen masyarakat yang telah mengukir sejarah berdirinya Bumi Porodisa.

Momentum ini juga menjadi ajang refleksi satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati bersama Wakil Bupati dalam mengemban amanah di daerah tersebut. Berkat sinergi yang kuat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud berhasil mencatatkan berbagai tren positif pada indikator pembangunan daerah, seperti pertumbuhan ekonomi yang meningkat menjadi 5,19 persen, penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 3,25 persen menjadi 1,55 persen, kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,85 poin hingga mencapai angka 73,68, serta tingkat pengangguran terbuka yang tetap terjaga stabil pada 3,40 persen.
Meski meraih capaian yang memuaskan, Bupati mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dan tetap termotivasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.
Selain capaian makro, Bupati juga mengaitkan pembangunan daerah dengan penguatan ketahanan keluarga, sejalan dengan momentum Hari Keluarga Nasional yang bertema “Ayah Wajib Hadir”. Beliau menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan untuk melahirkan generasi penerus Talaud yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan bergotong royong membangun daerah, sebelum akhirnya mengakhiri upacara dengan penyampaian pantun persatuan serta pekikan semboyan daerah yang membakar semangat, “Sansiote… Sampate-pate!”.
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post