Minahasa, Barta1.com — Rencana kembali beroperasinya aktivitas di Jeti atau Pelabuhan Kosenga mendapat perhatian dari sejumlah warga Desa Teteli Weru. Mereka meminta agar rencana masuknya kembali kapal ke kawasan tersebut dibahas secara terbuka bersama warga sebelum aktivitas operasional dilakukan.
Informasi mengenai rencana aktivitas kapal di Jeti Kosenga mencuat setelah sejumlah warga berkomunikasi langsung dengan pekerja yang berada di lokasi. Dari informasi yang diterima, disebutkan akan ada kapal yang kembali masuk dan melakukan aktivitas di kawasan jeti.
Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat dan disampaikan kepada tim investigasi untuk ditelusuri lebih lanjut.
Warga, Rabu (19/08/2026), mengaku tidak bermaksud menghambat kegiatan usaha maupun aktivitas ekonomi. Namun, masyarakat berharap setiap rencana operasional di kawasan Jeti Kosenga tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, lingkungan serta keberadaan nelayan yang sehari-hari beraktivitas di sekitar perairan tersebut.
Salah satu kekhawatiran yang disampaikan warga berkaitan dengan pengalaman sebelumnya dalam penanganan kapal tongkang yang disebut mengalami kebocoran dan dalam proses penyelamatannya pernah menimbulkan korban jiwa. Karena itu, masyarakat menilai faktor keselamatan harus menjadi prioritas sebelum aktivitas di kawasan jeti kembali berjalan.
Warga berharap pihak pengelola tidak mengambil keputusan secara sepihak. Mereka meminta adanya pertemuan yang melibatkan pengelola, pemerintah, aparat terkait serta masyarakat Desa Teteli Weru untuk menjelaskan secara terbuka rencana kegiatan, jenis aktivitas kapal, mekanisme operasional hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan.
Selain persoalan keselamatan, masyarakat juga menyoroti keberadaan kapal yang disebut masih mangkrak di kawasan Kosenga. Warga berharap terdapat kejelasan mengenai status serta penyelesaian persoalan kapal tersebut agar tidak menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat mengingatkan bahwa kawasan sekitar Desa Teteli Weru memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian warga. Karena itu, setiap aktivitas di kawasan Kosenga diharapkan tetap memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan potensi wisata yang ada.
“Warga sangat menanti adanya proses pembicaraan dan kesepakatan dengan masyarakat setempat. Jangan sampai aktivitas kembali berjalan sementara keresahan warga belum diselesaikan,” demikian aspirasi yang disampaikan warga, yang tak ingin namanya disampaikan.
Menurut warga, komunikasi terbuka penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pengelola kegiatan dengan masyarakat sekitar. Dengan adanya dialog, masyarakat juga dapat mengetahui secara jelas rencana aktivitas serta langkah-langkah yang disiapkan untuk menjamin keselamatan nelayan dan warga.
Oleh kerena itu, mereka meminta pemerintah dan instansi terkait memberikan perhatian terhadap aspirasi warga, khususnya para nelayan Teteli Weru. Warga juga berharap pihak kepolisian dapat ikut mencermati perkembangan situasi agar keresahan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti secara proporsional.
Warga menilai musyawarah dan komunikasi terbuka merupakan langkah penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik baru. Mereka berharap seluruh pihak mengedepankan kepentingan bersama sehingga kawasan Jeti Kosenga dapat berada dalam situasi yang aman, tertib dan kondusif.
Pada akhirnya, warga berharap setiap keputusan mengenai aktivitas di Jeti Kosenga tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga keselamatan masyarakat, kepentingan nelayan, kelestarian lingkungan serta masa depan potensi wisata di sekitar Desa Teteli Weru. (*)
Editor : Meikel Pontolondo

Discussion about this post