Bitung, Barta1.com — SMK Negeri 1 Bitung menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 selama lima hari. Kegiatan ini diikuti 433 siswa baru kelas 10 dengan tujuan membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, kurikulum, tenaga pendidik, serta membangun karakter sejak awal memasuki dunia pendidikan.
Plt. Kepala SMK Negeri 1 Manado, Drs. Christo A. Lewan, menjelaskan MPLS tahun ini disusun lebih terstruktur dengan materi utama yang telah ditetapkan secara nasional.
Materi tersebut meliputi pengenalan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), program Pagi Ceria, hingga pengenalan lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, kurikulum, guru, serta tenaga kependidikan.
Selain materi utama, pelaksanaan MPLS tahun ini juga memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan peserta didik. Seluruh sekolah dilarang melakukan praktik perpeloncoan dalam bentuk apa pun. Sekolah diminta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar siswa baru dapat beradaptasi dengan baik.
Menurutnya, untuk memperkuat pembinaan karakter, SMK Negeri 1 Manado menghadirkan dua narasumber dari luar sekolah. Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, jenis-jenis narkoba, serta berbagai modus yang digunakan pengedar untuk menjerat pelajar.

Selain itu, Tim Tarsius turut memberikan penyuluhan mengenai kenakalan remaja, tindak kriminal, serta konsekuensi hukum yang dapat dihadapi apabila terlibat dalam perbuatan melawan hukum. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa agar tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merusak masa depan mereka.
Drs. Christo Lewan mengatakan hingga pelaksanaan MPLS, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 433 siswa baru kelas 10 dan seluruh peserta merupakan siswa yang baru diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
Ia juga mengungkapkan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan MPLS hanya berkaitan dengan kapasitas tempat kegiatan. Aula sekolah hanya mampu menampung sekitar 300 peserta sehingga pihak sekolah menambah tenda agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.
“MPLS tahun ini menekankan tidak boleh ada perpeloncoan. Kami ingin siswa baru merasa aman, nyaman, dan gembira selama mengikuti kegiatan di sekolah. Selain itu, kami juga memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja agar mereka memiliki bekal sejak dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan MPLS ini, sekolah berharap seluruh siswa baru dapat beradaptasi dengan cepat, memahami lingkungan sekolah, serta memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi berbagai bentuk penyimpangan. (Chris)


Discussion about this post