Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menerima kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., Rabu (1/7/2026).

Kedatangan Tatang disambut hangat oleh Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, bersama Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Dr. Diane Tangian, S.H., M.Si., Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Juliet Makinggung, S.E., M.Si., Ketua Jurusan Akuntansi Raymond Festus Rombot, S.E., Ak., M.Si., Dr. Yurike Sintia Lewan, M.Hum., Koordinator Humas Ivoletti Merlina Walukow, S.E., M.Si., serta jajaran dosen Polimdo.

Sebelum menuju Ruang Theater di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Tatang bersama Direktur Maryke menaiki tangga gedung sambil berbincang mengenai berbagai capaian dan fasilitas kampus. Dalam kesempatan itu, Maryke memperkenalkan sejumlah unit Teaching Factory (TEFA), yakni model pembelajaran berbasis produksi dan jasa yang menjadi salah satu keunggulan Polimdo.

“Ini, Pak, TEFA kami. Coffee and Bar Polimdo dikelola oleh Jurusan Pariwisata, kemudian ada Galeri Investasi yang dikelola Jurusan Administrasi Bisnis, serta Polimart dan Polimart 2 yang dikelola oleh Jurusan Akuntansi,” ujar Maryke kepada Tatang yang tampak antusias melihat berbagai fasilitas tersebut.
Suasana penyambutan semakin meriah ketika rombongan disambut penampilan mahasiswa dan alumni Polimdo, yakni Verent Surentu, S.Tr.M., Heland Mariana, S.Tr.Ak., dan Putri Koroh yang membawakan lagu daerah Si Patokaan serta lagu To Love You More dari Céline Dion.

Dalam sambutannya, Direktur Polimdo, Maryke Alelo, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Tatang mengunjungi kampus Polimdo di sela agenda kunjungannya di Kota Manado.
“Terima kasih karena di tengah agenda yang padat di Kota Manado, Bapak masih menyempatkan waktu untuk hadir di Kampus Polimdo. Beliau juga dikenal aktif di media sosial, membangun kedekatan secara humanis, serta kerap membagikan berbagai gagasan yang inspiratif,” ungkap Maryke.
Maryke menjelaskan, saat ini Polimdo memiliki enam jurusan dengan 21 program studi.
“Salah satunya adalah Program Magister Terapan di Jurusan Teknik Sipil. Dalam waktu dekat, kami juga akan membuka Program Magister di Jurusan Pariwisata,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Polimdo telah menjadi salah satu pusat pelatihan, uji kompetensi, dan sertifikasi PADI Diving.
“PADI mempercayakan Polimdo sebagai sarana pelatihan, uji, dan sertifikasi diving,” ujar perempuan berdarah Sangihe tersebut.
Selain itu, Polimdo juga menjadi tempat sertifikasi pilot drone bekerja sama dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), serta menjadi pusat sertifikasi Bahasa Inggris melalui TOEIC dan TOEFL, juga sertifikasi Bahasa Jepang untuk wilayah Indonesia Timur.
“Bahkan sertifikasi juga tersedia di Jurusan Teknik Elektro, Pariwisata, Teknik Sipil, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis,” tambahnya.
Maryke turut memperkenalkan Recycling Center yang dimiliki Polimdo sebagai pusat pengelolaan sampah kampus.
“Ke depan, kami berharap dapat membangun kerja sama dengan desa maupun kelurahan di sekitar kampus dalam pengelolaan sampah,” katanya.
Sementara itu, Tatang Muttaqin mengatakan bahwa kunjungannya ke Polimdo merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus untuk melihat secara langsung perkembangan pendidikan vokasi di kampus tersebut.
“Saya senang bisa datang ke sini. Gedung Polimdo sekarang semakin megah dan tim yang ada juga terlihat sangat baik,” ujar Tatang.
Ia mengaku terkesan dengan suasana kampus yang asri dan dipenuhi pepohonan hijau.
“Yang paling berkesan bagi saya adalah gedungnya yang dipenuhi nuansa hijau,” katanya.
Menurut Tatang, Polimdo menunjukkan perkembangan yang signifikan, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pendidikan.
“Kita melihat pendidikan vokasi pada 2023–2024 mengalami peningkatan dari sisi capaian. Yang paling penting adalah mahasiswa memperoleh hasil akademik yang baik, apalagi tadi Ibu Direktur telah menyampaikan tentang Project Based Learning dan Teaching Factory,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran dosen dalam mendampingi mahasiswa membangun usaha berbasis keterampilan, meski tidak semuanya harus mengejar jabatan profesor.
“Dosen bisa menjadi pendamping mahasiswa dalam membangun usaha seperti coffee shop, laundry, maupun bisnis kos-kosan. Produk-produk tersebut nantinya dapat terus dikembangkan,” ujarnya.
Menurut Tatang, model pembelajaran seperti itu dapat dikaitkan dengan kebutuhan investor.
“Jika berjalan dengan baik, maka bisa menjadi daya tarik bagi investor. Ketika investor bertahan, berarti pelaksanaannya dinilai baik. Apalagi anak-anak muda sekarang memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan berbagai usaha,” imbuhnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan Recycling Center sebagai bentuk kepedulian Polimdo terhadap lingkungan.
“Saya melihat Polimdo sudah sangat baik dalam melakukan pengelolaan sampah kampus,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Tatang berharap kunjungan tersebut dapat mempererat hubungan antara Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan Polimdo.
“Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post