Manado, Barta1.com – Antusiasme terlihat dari para anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Kairagi Satu saat mengikuti edukasi pengelolaan sampah yang diberikan Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Selasa (30/06/2026).

Salah satu peserta mengaku bersyukur mendapat pengetahuan baru mengenai pembuatan Eco Enzyme. Menurutnya, ilmu tersebut sangat bermanfaat dan akan dipraktikkan serta dibagikan kepada anggota PKK lainnya.
“Kami bersyukur bisa diajarkan tentang Eco Enzyme. Mungkin ini akan kami coba praktikkan dan bagikan kepada ibu-ibu PKK yang lain,” ungkapnya.

Edukasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan PBM bertema “Implementasi Penerangan Jalan Umum Berbasis Energi Surya dan Penguatan Kapasitas Masyarakat Kelurahan Kairagi Satu dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.”
Menanggapi antusiasme peserta, Ketua Tim PBM Polimdo, Ir. Stefani Switly Peginusa, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan lanjutan apabila masyarakat menginginkan edukasi berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah.

“Apabila masyarakat tertarik untuk belajar lebih lanjut, silakan menyurat ke Polimdo. Kami siap memberikan edukasi pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber yang juga anggota Tim PBM Polimdo, Ir. Dian Puspita Sari, S.T., M.Ars., mengajak para ibu PKK dan peserta lainnya untuk memanfaatkan limbah organik berupa buah-buahan dan sayuran menjadi Eco Enzyme yang bernilai guna.

Dalam kegiatan pengabdian tersebut, Ir. Stefani Switly Peginusa dan Ir. Dian Puspita Sari tidak bekerja sendiri. Keduanya, yang berasal dari Jurusan Teknik Sipil Polimdo, turut didampingi Anggita Leony Ariesta Wenno, S.T., M.Eng. dari Jurusan Teknik Elektro Polimdo.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PBM Polimdo, Ir. Stefani Switly Peginusa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiasi Tim Pengabdian Polimdo sebagai tindak lanjut dari program penerangan jalan umum berbasis energi surya yang telah diimplementasikan sebelumnya.

“Saya sendiri sebagai Ketua Tim Pengabdian. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi penerangan jalan umum sekaligus sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa pekan sebelumnya penerangan jalan umum berbasis tenaga surya telah dipasang di Lingkungan II Kelurahan Kairagi Satu dan diharapkan mampu meningkatkan rasa aman masyarakat.
“Penerangan berbasis tenaga surya yang telah diimplementasikan di Lingkungan II diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, Tim PBM juga ingin mengajak masyarakat memulai pengelolaan sampah secara berkelanjutan dari lingkungan keluarga.
“Nantinya akan diberikan materi sekaligus praktik. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di keluarga, khususnya di lingkungan tempat tinggal Bapak dan Ibu sekalian,” tambahnya.
Pemerintah Kelurahan Kairagi Satu yang diwakili Kepala Seksi Pemerintahan, Rina Wowor, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Tim PBM Polimdo atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dari Polimdo yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada masyarakat. Kiranya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan serta memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Pada sesi penyampaian materi, Ir. Dian Puspita Sari mengajak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sebagai langkah sederhana untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita akan belajar bagaimana mengelola sampah rumah tangga. Semua dimulai dari rumah demi menjaga masa depan bumi,” ungkapnya.
Menurut Dian, pengelolaan sampah tidak berhenti ketika sampah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Masyarakat perlu memahami bahwa pengelolaan sampah berkelanjutan merupakan bagian penting dalam mengurangi pencemaran lingkungan.
“Banyak yang menganggap sampah selesai ketika dibuang ke TPA. Padahal, kita juga perlu memikirkan dampak yang ditimbulkan, seperti pencemaran dan berbagai persoalan lingkungan lainnya,” jelasnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa sampah terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu sampah organik, anorganik, B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta residu.
Sampah organik meliputi sisa makanan dan sayuran yang mudah terurai. Sampah anorganik mencakup plastik, kaca, dan logam yang sulit terurai. Sementara sampah B3 terdiri atas limbah berbahaya seperti baterai dan bahan kimia lainnya. Adapun sampah residu merupakan sampah yang tidak dapat didaur ulang, seperti popok sekali pakai, pembalut, dan puntung rokok.
Sebagai bentuk solusi, Dian memperkenalkan berbagai metode pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di rumah, mulai dari pembuatan kompos, lubang biopori, cairan Eco Enzyme, hingga pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin.
Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik pembuatan Eco Enzyme bersama seluruh peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, para kepala lingkungan, pemuda, serta remaja Kelurahan Kairagi Satu. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post