Manado, Barta1.com – Dalam upaya mendukung transformasi digital di tingkat desa serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan sumber daya alam, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Penetapan Produk Inovasi Vokasi di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (25/06/2026).

Kegiatan ini menandai langkah strategis dalam hilirisasi produk inovasi vokasi melalui penerapan aplikasi keuangan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan QRIS yang dikhususkan bagi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Darunu. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan pencatatan keuangan manual yang selama ini sering kali menghambat transparansi dan pelaporan dana kelola hutan. Pemilihan Desa Darunu sebagai lokasi implementasi didasari oleh potensi hutan desa yang besar, sehingga memerlukan tata kelola keuangan yang modern dan akuntabel.

Tim peneliti Polimdo yang dipimpin langsung oleh Ivoletti M. Walukow, SE., M.Si., menyerahkan dan mengimplementasikan sistem tersebut kepada perangkat desa dan pengurus LPHD. Ivoletti menjelaskan bahwa aplikasi ini bukan sekadar alat pencatat, melainkan sistem cerdas yang dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan pengelola desa.
“Keunggulan utama aplikasi ini terletak pada integrasi AI yang membantu mengklasifikasikan transaksi secara otomatis, menganalisis arus kas, serta memberikan analisis kesehatan keuangan sederhana bagi pengelola LPHD,” ujar Ivoletti di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, penerapan QRIS memastikan setiap arus dana masuk dan keluar tercatat secara real-time dan cashless. “Sistem ini meminimalisir dampak dari human error, mempermudah penyusunan laporan secara otomatis, dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan hutan desa. Ini adalah langkah besar menuju desa yang transparan, terdigitalisasi dan berliterasi finansial.”
Sementara itu, Kepala Desa Darunu, Rudy Beejee Jacobus, menyambut dengan penuh antusias inisiatif dari Polimdo ini. Ia menilai kehadiran teknologi ini akan menjadi game changer bagi tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam sektor pengelolaan lingkungan hidup.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Manado. Selama ini pencatatan keuangan hutan desa masih banyak dilakukan secara konvensional. Dengan adanya aplikasi berbasis AI dan QRIS ini, kami berharap LPHD bisa bekerja lebih transparan, cepat, dan akurat. Ini juga menjadi edukasi langsung bagi kami dan warga tentang literasi keuangan digital,” ungkap Rudy.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhenti pada penetapan dan penyerahan aplikasi secara simbolis, tetapi juga mencakup bimbingan teknis (bimtek) kepada operator LPHD. Pelatihan meliputi cara penggunaan sistem, pembacaan laporan berbasis AI, serta sosialisasi penggunaan QRIS kepada para pemangku kepentingan di sekitar kawasan hutan desa.
Ke depannya, Polimdo akan terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program ini. Melalui inovasi vokasi ini, Polimdo kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, literasi keuangan, dan tata kelola desa yang modern di Sulawesi Utara. (*)
Editor : Meikel Pontolondo


Discussion about this post