Manado, Barta1.com – Semangat kepedulian terhadap lingkungan tampak jelas dari sosok Yemima Inday Salaula dan Mikhael Darael. Keduanya terlihat sibuk memilah dan menata tumpukan sampah yang telah diangkat dari kawasan Pantai Tateli, tepatnya di Desa Tateli II, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (19/06/2026).

Di sekeliling mereka, enam trasbak besar penuh dengan berbagai jenis sampah hasil pembersihan pantai. Mulai dari sampah plastik berupa botol dan kantong kresek, botol kaca, hingga pakaian bekas berhasil dikumpulkan dari pesisir pantai.
Tak hanya itu, sampah kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) juga ditemukan dan diangkat, seperti bekas oli, wadah cat, baterai bekas, hingga limbah sisa industri. Seluruh sampah tersebut berhasil dikumpulkan dalam aksi bersih-bersih pantai yang digelar oleh Civitas Akademika Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado.
Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), di antaranya Himapro, Mahasiswa Pecinta Alam (MPA), dan berbagai organisasi kemahasiswaan lainnya. Yemima dan Mikhael sendiri merupakan anggota MPA Consili SolaFide IAKN Manado (MPACSIAKN) yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kepada Barta1.com, keduanya mengaku bangga dan bahagia dapat terlibat dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
“Kami sangat senang bisa terlibat dalam program bersih-bersih pantai ini. Kegiatan seperti ini dapat membantu mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Apalagi jika sampah kembali terbawa ke laut, pencemaran akan semakin besar. Mikroplastik dapat mengancam kehidupan ikan, dan ketika ikan tersebut dikonsumsi manusia, tentu akan berdampak pada kesehatan kita semua,” ungkap Yemima dan Mikhael sambil tersenyum.
Semangat mereka tidak berhenti sampai di sini. Keduanya bahkan bertekad akan kembali ke Pantai Tateli untuk melanjutkan aksi kepedulian terhadap kawasan pesisir yang masih menyisakan sampah.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan. Kami melihat masih ada sebagian sampah yang belum terangkat dan itu akan menjadi perhatian kami ke depan. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan edukasi, baik secara individu, organisasi, maupun kepada masyarakat luas, tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Langkah paling sederhana adalah tidak membuang sampah sembarangan,” jelas anggota baru dari MPACSIAKN itu.
Yemima menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-19 IAKN Manado. Melalui aksi bersih-bersih pantai, para dosen, mahasiswa, dan berbagai UKM menunjukkan kepedulian mereka terhadap kelestarian lingkungan.
Mengusung tema “Merawat Kasih Mencintai Bumi”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan sampah, tetapi juga membawa pesan edukatif dan kampanye lingkungan. Sejumlah ajakan yang disampaikan antara lain “Bersihkan Sampah Plastik”, “Tanami Mangrove”, serta pesan reflektif yang berbunyi:
“Alam bukan warisan dan bukan titipan. Alam adalah sistem kehidupan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sesaat, melainkan komitmen bersama untuk memastikan keberlangsungan kehidupan bagi generasi sekarang dan masa depan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post