Manado, Barta1.com – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) untuk menghadirkan pelayanan prima kembali terbukti. Sepanjang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pasokan listrik di tiga provinsi tersebut dipastikan aman, andal, dan tanpa kedip hingga Rabu (27/05/2026).
Keandalan sistem kelistrikan ini membuat suasana khidmat perayaan Idul Adha terasa semakin paripurna. Mulai dari gema takbir yang berkumandang, pelaksanaan shalat Id di berbagai masjid agung dan lapangan terbuka, hingga prosesi penyembelihan serta pendistribusian hewan kurban berjalan lancar di bawah terangnya fasilitas publik tanpa gangguan pemadaman.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang rela bersiaga penuh meninggalkan waktu libur bersama keluarga demi menjaga terang di rumah pelanggan.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha di wilayah kerja PLN UID Suluttenggo dapat berlangsung dengan aman dan andal tanpa ada kedip yang mengganggu jalannya ibadah. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan terbaik,” ujar Usman.
Secara statistik, performa sistem kelistrikan Suluttenggo selama periode siaga Idul Adha terpantau sangat sehat dan prima. Tercatat, total daya mampu pasok di seluruh sistem kelistrikan mencapai angka 1.079 Megawatt (MW), sementara beban puncak konsumsi masyarakat berada pada level 789 MW.
“Dengan cadangan daya yang memadai, yakni sebesar 293 MW, kami memiliki fleksibilitas yang sangat baik dalam mengamankan pasokan. Kondisi surplus daya ini memberikan jaminan bahwa sistem kelistrikan kita tidak hanya siap menghadapi Idul Adha, tetapi juga sangat siap menyokong segala aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan pasca-hari raya,” tambah Usman.
Di balik keandalan pasokan tersebut, terdapat kerja keras pengawalan berlapis di lapangan. PLN UID Suluttenggo mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan 1.574 personel gabungan, yang terdiri atas 1.190 petugas Pelayanan Teknik (Yantek) andal dan 384 pengawas dari pegawai PLN. Ribuan personel ini disebar secara strategis di 50 Posko Siaga guna merespons cepat setiap potensi kendala jaringan.
Guna menjamin mobilitas penanganan gangguan, armada dan peralatan pendukung kelas berat pun dimobilisasi secara masif. PLN menyiagakan 196 unit sepeda motor, 141 unit mobil operasional, 4 unit crane, 45 Unit Gardu Bergerak (UGB), 3 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 59 unit genset cadangan untuk membackup titik-titik krusial secara instan.
Pengamanan berlapis ini difokuskan pada 375 lokasi prioritas, seperti pusat peribadatan dan fasilitas layanan publik di seluruh Suluttenggo. Tak luput dari perhatian, bagi masyarakat yang bersilaturahmi menggunakan kendaraan ramah lingkungan, PLN juga memastikan 47 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetap beroperasi optimal untuk menjamin kenyamanan mobilitas pengguna Electric Vehicle (EV).
Menariknya, tuntasnya perayaan Idul Adha tidak serta-merta mengakhiri masa siaga personel PLN di lapangan. Usman menegaskan bahwa kewaspadaan tetap dijaga ketat mengingat perayaan Hari Raya Waisak sudah di depan mata.
“Selesainya momen Idul Adha bukan berarti tugas kami usai. Saat ini, seluruh personel dan infrastruktur tetap dalam kondisi siaga penuh untuk mengawal kelancaran saudara-saudara kita yang merayakan Hari Raya Waisak,” tegasnya.
Menutup keterangannya, pihak PLN mengimbau masyarakat untuk secara proaktif memanfaatkan teknologi digital dalam mengakses layanan darurat. Pelanggan yang membutuhkan layanan kelistrikan atau ingin melaporkan adanya gangguan jaringan didorong untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile, agar setiap keluhan dapat ditangani secara transparan, terpantau langsung, dan diselesaikan secepat mungkin. (**)
Editor: Ady Putong

Discussion about this post