Sangihe, Barta1.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat bersiap menghadapi potensi gangguan layanan internet dan telekomunikasi selama enam hari menyusul proses perbaikan kabel bawah laut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane.
Gangguan layanan diperkirakan terjadi mulai 28 Mei hingga 2 Juni 2026 akibat pekerjaan “restoration” atau “marine operation” yang dilakukan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bersama PT Len Telekomunikasi Indonesia terhadap kabel serat optik bawah laut yang mengalami kerusakan sebagian.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan operator telekomunikasi, termasuk Telkomsel, guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan komunikasi dasar selama pekerjaan berlangsung.
Menurut Ronald, Telkomsel telah menyiapkan jaringan komunikasi cadangan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak gangguan konektivitas di wilayah Sangihe.
“Untuk saluran terakhir tetap ada. Dari awal kami sudah menyampaikan bahwa Telkomsel akan menyediakan jaringan komunikasi cadangan melalui radio-radio,” ujar Ronald Lumiu, Rabu (27/5/2026).
Meski demikian, ia mengakui kualitas layanan alternatif tersebut kemungkinan tidak akan seoptimal jaringan utama Palapa Ring yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas internet dan telekomunikasi di wilayah kepulauan.
“Memang kualitas jaringan tidak sebagus koneksi Palapa Ring, tetapi Telkomsel akan berupaya melakukan pengalihan jaringan agar komunikasi tetap berjalan,” katanya.
Ronald meminta masyarakat tidak panik menghadapi kemungkinan gangguan internet maupun layanan telepon selama masa perbaikan berlangsung. Ia menegaskan pekerjaan tersebut dilakukan demi meningkatkan kualitas dan keandalan jaringan komunikasi di masa mendatang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap sabar karena ini merupakan proses perbaikan untuk menjamin kualitas jaringan internet ke depan, walaupun memang ada kendala terkait konektivitas data internet maupun telepon,” ujarnya.
Selain mengandalkan jalur komunikasi cadangan dari operator, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan internet berbasis satelit seperti Starlink yang tersedia di sejumlah fasilitas pemerintah dan titik layanan tertentu. Teknologi tersebut dipastikan tidak terdampak pekerjaan perbaikan kabel Palapa Ring.
Sebelumnya, BAKTI melalui surat resmi Nomor 092/BAKTI.31/UM.01.01/05/2026 menyampaikan adanya “partial cut” atau kerusakan sebagian kabel serat optik bawah laut Palapa Ring Tengah pada segmen Tahuna–Melonguane.
Perbaikan dijadwalkan berlangsung sejak 27 Mei hingga 2 Juni 2026 dan diperkirakan menyebabkan layanan Palapa Ring di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta Kabupaten Kepulauan Sitaro mengalami gangguan atau terputus sementara selama proses pekerjaan berlangsung.
Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, di Jakarta pada 27 Mei 2026.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post