Manado, Barta1.com — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo menggelar inspeksi ketat terhadap peralatan kerja dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas Pelayanan Teknik (Yantek) SCADA pada Kamis (21/05/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menjaga keandalan pasokan energi listrik ke masyarakat.
Kegiatan yang berpusat di halaman kantor PLN UP2D Suluttenggo, Manado, ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama PLN Nusa Daya. Agenda rutin tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional tim secara menyeluruh serta meminimalisasi potensi kecelakaan kerja (zero accident) sebelum personel diterjunkan langsung ke lapangan.
Secara spesifik, objek pemeriksaan berfokus pada ekosistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang mengendalikan otomatisasi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) berkapasitas 20 kiloVolt (kV).
Teknologi canggih ini memegang peran krusial dalam memantau gangguan distribusi secara waktu nyata (real-time), serta mempercepat pemulihan pasokan listrik guna menjaga stabilitas indeks durasi dan frekuensi pemadaman (SAIDI/SAIFI).
Menyadari vitalnya fungsi pusat kontrol distribusi tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, memberikan perhatian penuh terhadap kelaikan fasilitas perlindungan personel.
Menurutnya, keandalan sistem jaringan tidak terlepas dari kesiapsiagaan para teknisi dalam mengoperasikan alat kerja sesuai dengan standar mutu nasional.
“PLN UP2D memiliki posisi yang sangat strategis dan penting dalam anatomi bisnis PLN. Unit inilah yang menjadi pengatur, pengawas, dan pengendali seluruh sistem jaringan distribusi secara real-time melalui teknologi SCADA. Mengingat krusialnya fungsi unit ini, maka kesiapan personel dan keandalan alat kerja menjadi harga mati. Kami tidak boleh menoleransi adanya kesalahan sekecil apa pun,” tutur Usman Bangun.
Pemeriksaan taktis ini dijalankan secara berlapis, meliputi validasi kondisi fisik peralatan pengukur gelombang data, kelengkapan proteksi individu seperti helm, sarung tangan isolasi khusus, hingga tali pengikat keselamatan (safety harness).
Guna memastikan aspek kesehatan dari hulu, seluruh awak Yantek juga diwajibkan mengikuti pengujian tensi darah serta kondisi fisik umum secara instan di area lokasi kegiatan.
Sejalan dengan arahan manajemen pusat, Manager PLN UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamuddin, menegaskan bahwa penerapan protokol K3 yang ketat bukan sekadar pemenuhan regulasi tertulis di atas kertas.
Pihaknya mewajibkan seluruh mitra kerja maupun pegawai internal untuk menanamkan prinsip keselamatan kerja sebagai bagian dari gaya hidup dan tanggung jawab profesional.
“Pekerjaan di bidang kelistrikan, khususnya yang berkaitan dengan sistem distribusi dan SCADA, memiliki tingkat risiko dan kompleksitas yang sangat tinggi. Kesiapan personel, kelayakan peralatan, dan kepatuhan mutlak terhadap SOP wajib dipastikan berada dalam kondisi 100 persen sebelum roda pekerjaan dimulai,” tegas Ariamuddin menerangkan komitmen operasionalnya.
Melalui pembekalan intensif serta pengawasan ketat terhadap kelengkapan teknis ini, PLN UP2D Suluttenggo optimistis mampu mengeliminasi segala bentuk risiko malafungsi sistem akibat kelalaian faktor manusia.
Optimalisasi kesiapan infrastruktur perlindungan diri ini menjadi fondasi utama korporasi dalam menjaga distribusi daya listrik regional di wilayah Suluttenggo tetap aman, andal, dan kontinu. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post