Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Dokumenter Papua Pesta Babi Jadi Ruang Refleksi bagi AJI Manado, Persma dan Oi

by Meikel Eki Pontolondo
23 Mei 2026
in Edukasi
0
Dokumenter Papua Pesta Babi Jadi Ruang Refleksi bagi AJI Manado, Persma dan Oi
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado kembali menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi. Kali ini, kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Persma Vellichor Psikologi Unima, LPM SUAM IAIN Manado, serta BPK Oi Manado. Acara berlangsung di Sekretariat AJI Manado pada Sabtu (23/05/2026).

Film dokumenter karya Dhandy Laksono itu berdurasi sekitar satu setengah jam dan menghadirkan beragam pandangan dari para peserta yang hadir.

Ketua AJI Manado, Fransiskus Talokon, menyampaikan bahwa Pesta Babi merupakan salah satu bentuk karya jurnalistik investigasi.

“Kita bisa melihat bahwa ini adalah bagian dari produk karya jurnalistik investigasi yang dilakukan oleh Dhandy Laksono bersama tim,” ungkap Fransiskus.

Ia juga menjelaskan, dalam nobar kali ini tidak dihadirkan narasumber agar diskusi tidak dianggap menggiring opini tertentu.

“Di sini tidak ada narasumber seperti pada kebanyakan kegiatan nobar lainnya. Kami ingin semua peserta dapat melihat dari berbagai perspektif, mengingat isu Papua sering memunculkan pro dan kontra,” jelasnya.

Sementara itu, Bidang Pendidikan BPK Oi Manado, Fandy Umar, menyampaikan apresiasi kepada AJI Manado atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.

“Dalam beberapa literatur yang pernah saya baca, ada seorang penulis Papua yang mengatakan bahwa sekalipun rambutmu lurus, selama memiliki perjuangan yang sama dengan masyarakat Papua, meski baru sebatas di hati, maka ia adalah saudara Papua,” tutur Fandy.

Ia juga menyinggung keterlibatan Oi Manado dalam perjuangan masyarakat pesisir hingga saat ini.

“Sampai sekarang, Oi tetap terlibat bersama masyarakat pesisir untuk menjaga ruang hidup mereka,” tambahnya.

Perwakilan LPM SUAM IAIN Manado, Wa Umi, mengaku baru pertama kali menonton film dokumenter tersebut. Sebelumnya, ia sempat mendengar anggapan bahwa film itu bersifat provokatif.

“Saya pernah dilarang teman untuk menonton film ini karena dianggap memprovokasi. Namun setelah menontonnya, saya justru memahami bahwa persoalan Papua bisa dilihat dari perspektif yang lebih luas,” terang Umi.

Menurutnya, apa yang selama ini ia dengar ternyata berbeda dengan apa yang disaksikan langsung melalui film tersebut.

“Film ini membuat kami memahami perspektif Kak Yosep bahwa Papua adalah persoalan yang sangat kompleks untuk dibahas. Karena itu, dibutuhkan cara pandang yang lebih terbuka dalam melihat konteks film ini,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Geriet L. Senewe dari Persma Vellichor Psikologi Unima. Menurutnya, film dokumenter tersebut menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat.

“Saya sudah menonton film ini tiga kali. Namun, ada teman dari Papua yang mengatakan bahwa film ini lebih menjadi refleksi bagi masyarakat non-Papua. Intinya, kita harus berada dalam satu perahu pemahaman yang sama terlebih dahulu sebelum membahasnya secara lebih lugas,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: AJI ManadoBPK Oi Manadolpm suam iain manadoPersma VellichorPesta BabiRuang Refleksi
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Artsas Family Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Saidan

Artsas Family Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Saidan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Semangat Konservasi di Pantai Saidan, Artsas Family Edukasi dan Tanam Bibit Mangrove 23 Mei 2026
  • Artsas Family Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pantai Saidan 23 Mei 2026
  • Dokumenter Papua Pesta Babi Jadi Ruang Refleksi bagi AJI Manado, Persma dan Oi 23 Mei 2026
  • Dukung Asta Cita Pemerintah, PT Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia 23 Mei 2026
  • Tolak Alfamart dan Indomaret Masuk Sitaro, Begini Alasan DPRD 23 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In