• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Sangihe

Kajati Sulut Dorong Gerakan Menanam Saat Kunker di Sangihe

by Redaksi Barta1
19 Mei 2026
in Sangihe
0
Foto: Kajati Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy dalam kunjungannya ke Kepulauan Sangihe mengampanyekan gerakan menanan. (Dok. Rendy/Barta1)

Foto: Kajati Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy dalam kunjungannya ke Kepulauan Sangihe mengampanyekan gerakan menanan. (Dok. Rendy/Barta1)

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin, (18/5/2026). Sejumlah agenda penting dijalankan selama berada di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina tersebut.

Kunjungan kerja itu diawali dengan kegiatan penanaman cabai dan panen buah semangka di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara. Kedatangan Pattipeilohy disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam kesempatan itu, Pattipeilohy tampak antusias melihat perkembangan perkebunan di Kampung Lenganeng. Ia mendorong para petani, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun, untuk tetap produktif dan tidak kehilangan semangat berkarya.

“Jangan kita sudah pensiun kemudian merunduk. Harus tetap bangkit dan bersemangat, terutama di bidang pertanian,” kata dia.

Pattipeilohy mengatakan, melalui kegiatan bertani, kehidupan ikut bertumbuh. Ia menilai, setiap proses penanaman mengandung nilai kehidupan yang diberikan Tuhan.

“Dari satu yang kita lakukan, dari penanaman itu, ada kehidupan yang Tuhan berikan, mau itu pohon,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalaman di Bolaang Mongondow, terkait lokasi yang pernah rusak akibat aktivitas pertambangan. Menurut dia, lahan tersebut kini didorong untuk kembali ditanami sebagai bagian dari gerakan moral.

“Lokasi yang saya minta itu lokasi yang dulu dirusak oleh tambang. Orang lain yang merusak, kita yang menanam. Tetapi gerakan moral itu yang penting bisa sampai,” kata Pattipeilohy.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dalam gerakan menanam tersebut. Menurut dia, seluruh pihak perlu saling mengimbau dan bekerja sama untuk menunjang program pemerintah, khususnya terkait ketahanan pangan.

“Sekali lagi memang dari gerakan menanam ini semua kita bisa saling bersinergi, bisa saling mengimbau, kemudian bagaimana kita bisa menunjang program Bapak Presiden, terutama soal ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekecil apa pun yang dapat dilakukan tetap memiliki arti. Termasuk komoditas cabai yang dinilai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

“Seberapa yang bisa kita bikin, sedikit apa pun yang bisa kita bikin, termasuk yang sekarang kita lihat. Saya senang sekali, walaupun cabai itu kecil, tapi bayangkan Sulawesi Utara tanpa cabai? Ngamuk orang,” kata dia sambil tertawa.

Dalam suasana santai, Pattipeilohy juga menyinggung kekayaan kuliner daerah. Ia berkelakar mengenai cita rasa makanan di Sulawesi Utara.

“Sulawesi Utara dari sisi rasa cuma dua, pertama enak dan kedua enak sekali. Tidak ada yang tidak enak di sini. Makanan membuat badan saya naik terus. Makanya olahraganya saya kencangkan supaya seimbang,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Pattipeilohy mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat untuk terus menjaga semangat melalui gerakan sederhana yang berdampak luas.

“Jadi sekali lagi, Bapak Bupati, Bapak Wakil, teman-teman Forkopimda, dan masyarakat, walaupun kita dengan gerakan sederhana, tetap yakin ini menjadi suatu moral yang kuat untuk mengajak yang lain,” kata dia.

Peliput: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: Gerakan MenanamJacob Hendrik PattipeilohyKajati SulutsangiheTanam Cabai
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Foto: Peresmian Rumah Restorative Justice atau Baruga Keadilan Restoratif Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Senin, (18/5/2026). (Dok. Rendy/Barta1)

Kajati Sulut dan Bupati Sangihe Resmikan Rumah Restorative Justice di Wilayah Perbatasan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Eks Cleaning Service RSUP Kandou Mengadu ke DPRD: Upah Dipersoalkan, Iuran BPJS Diduga Tak Disetor 19 Mei 2026
  • Fraksi PDI Perjuangan Kembali Absen dalam RDP Komisi IV DPRD Sulut 19 Mei 2026
  • Komisi IV DPRD Sulut Gelar RDP Bersama KSBSI dan Sejumlah Pihak Terkait 19 Mei 2026
  • Kajati Sulut dan Bupati Sangihe Resmikan Rumah Restorative Justice di Wilayah Perbatasan 19 Mei 2026
  • Kajati Sulut Dorong Gerakan Menanam Saat Kunker di Sangihe 19 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In