Sangihe, Barta1.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin, (18/5/2026). Sejumlah agenda penting dijalankan selama berada di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina tersebut.
Kunjungan kerja itu diawali dengan kegiatan penanaman cabai dan panen buah semangka di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara. Kedatangan Pattipeilohy disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dalam kesempatan itu, Pattipeilohy tampak antusias melihat perkembangan perkebunan di Kampung Lenganeng. Ia mendorong para petani, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun, untuk tetap produktif dan tidak kehilangan semangat berkarya.
“Jangan kita sudah pensiun kemudian merunduk. Harus tetap bangkit dan bersemangat, terutama di bidang pertanian,” kata dia.
Pattipeilohy mengatakan, melalui kegiatan bertani, kehidupan ikut bertumbuh. Ia menilai, setiap proses penanaman mengandung nilai kehidupan yang diberikan Tuhan.
“Dari satu yang kita lakukan, dari penanaman itu, ada kehidupan yang Tuhan berikan, mau itu pohon,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pengalaman di Bolaang Mongondow, terkait lokasi yang pernah rusak akibat aktivitas pertambangan. Menurut dia, lahan tersebut kini didorong untuk kembali ditanami sebagai bagian dari gerakan moral.
“Lokasi yang saya minta itu lokasi yang dulu dirusak oleh tambang. Orang lain yang merusak, kita yang menanam. Tetapi gerakan moral itu yang penting bisa sampai,” kata Pattipeilohy.
Ia menegaskan pentingnya sinergi dalam gerakan menanam tersebut. Menurut dia, seluruh pihak perlu saling mengimbau dan bekerja sama untuk menunjang program pemerintah, khususnya terkait ketahanan pangan.
“Sekali lagi memang dari gerakan menanam ini semua kita bisa saling bersinergi, bisa saling mengimbau, kemudian bagaimana kita bisa menunjang program Bapak Presiden, terutama soal ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekecil apa pun yang dapat dilakukan tetap memiliki arti. Termasuk komoditas cabai yang dinilai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
“Seberapa yang bisa kita bikin, sedikit apa pun yang bisa kita bikin, termasuk yang sekarang kita lihat. Saya senang sekali, walaupun cabai itu kecil, tapi bayangkan Sulawesi Utara tanpa cabai? Ngamuk orang,” kata dia sambil tertawa.
Dalam suasana santai, Pattipeilohy juga menyinggung kekayaan kuliner daerah. Ia berkelakar mengenai cita rasa makanan di Sulawesi Utara.
“Sulawesi Utara dari sisi rasa cuma dua, pertama enak dan kedua enak sekali. Tidak ada yang tidak enak di sini. Makanan membuat badan saya naik terus. Makanya olahraganya saya kencangkan supaya seimbang,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Pattipeilohy mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat untuk terus menjaga semangat melalui gerakan sederhana yang berdampak luas.
“Jadi sekali lagi, Bapak Bupati, Bapak Wakil, teman-teman Forkopimda, dan masyarakat, walaupun kita dengan gerakan sederhana, tetap yakin ini menjadi suatu moral yang kuat untuk mengajak yang lain,” kata dia.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post