Manado,Barta1.com — Pasca penetapan Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, sebuah foto yang menampilkan mantan Bupati Sitaro, Toni Supit, bersama Kepala Kejati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan publik.
Foto tersebut diketahui diambil di sebuah rumah makan. Kemunculan gambar itu pun memancing spekulasi dan perdebatan di media sosial, terutama terkait dugaan adanya keterlibatan atau hubungan tertentu dalam pengungkapan kasus bantuan bencana Gunung Ruang.
Saat diwawancarai Barta1.com, Anggota DPRD Provinsi Sulut, Toni Supit, membantah berbagai asumsi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pertemuan yang disampaikan itu sebenarnya sudah lama. Saya datang hanya untuk makan bersama teman, dan kebetulan Bapak juga ada di situ. Tidak ada janji sebelumnya,” ujar Toni.
Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui keberadaan Kepala Kejati Sulut di lokasi tersebut sebelum tiba di rumah makan.
“Kami juga duduk berjauhan. Saya datang paling terakhir, hanya makan sebentar lalu langsung pulang,” katanya.
Terkait munculnya berbagai tudingan setelah foto itu beredar, Toni menduga hal tersebut mungkin dikaitkan dengan rivalitas politik di masa lalu.
“Mungkin karena dulu pernah berkompetisi dalam politik saat pencalonan, sehingga dianggap masih ada sisa sakit hati karena kalah. Tapi saya sendiri tidak tahu pasti,” tuturnya.
Meski demikian, Toni menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan proses hukum yang sedang berjalan.
“Menurut saya, tidak ada kaitannya sama sekali. Saya berharap masyarakat dapat menghargai proses hukum yang sedang berlangsung,” pungkasnya. (*)
- Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post