Talaud, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terus mengupayakan peningkatan kesiapan dalam penanggulangan bencana, khususnya kebakaran yang sering terjadi di wilayah Talaud (17/02/2026).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Talaud, Adrianson Taarega, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran pengadaan mobil pemadam kebakaran sejak masa pandemi COVID-19. Namun, akibat kebijakan efisiensi anggaran saat itu, rencana tersebut harus tertunda.
“Anggaran sempat tersedia, namun kemudian terdampak refocusing saat COVID-19. Hingga kini kami terus berupaya, termasuk mengajukan usulan ke pemerintah pusat melalui Kemendagri,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Ia menyebutkan, mengusulkan telah mengajukan sekitar delapan proposal. Berdasarkan hasil koordinasi di Kemendagri, Talaud berada pada urutan ke-86 dari sekitar 280 daerah yang mengajukan permohonan serupa.
Meski demikian, pemerintah pusat disebut memberi perhatian khusus karena posisi Talaud sebagai wilayah kepulauan, pemerintah daerah berupaya, namun membatasi anggaran dan regulasi yang mengatur efisiensi belanja.
Ia menambahkan, pada tahun mendatang pemerintah daerah berkomitmen untuk menata kembali pengadaan sarana pemadam kebakaran sesuai kebutuhan yang mendesak.
Selain itu, pemerintah juga telah membentuk relawan kebakaran di setiap kecamatan dan desa. Setiap desa memiliki sekitar lima orang relawan yang siap membantu penanganan awal saat terjadi kebakaran.
“Memang dengan keterbatasan yang ada, peran masyarakat sangat luar biasa. Relawan yang sudah terbentuk juga terbukti sigap membantu saat terjadi peristiwa,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait penggunaan listrik di rumah. Warga diminta memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman.
Peliput: Evan Taarae

Discussion about this post