Minut, Barta1.com – Ibadah Pembukaan Konsultasi Regional Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dipimpin Sekjen SAG Sullutenggo, Pdt Zakharias Wahyu Widodo di Gedung GMIM Eirene Kema 1, Minahasa Utara, Senin (3/6/2019).
“Konsultasi terkandung muatan persekutuan yang oikumenis. Sebagai ajang pemuda berbagi pengalaman, pengetahuan, pergumulan dan keyakinannya dalam kehidupan di gereja, masyarakat dan bangsa. Karena itu sebagai wadah dalam merayakan gerakan oikumene maka sudah seharusnya wujud persatuan dalam tubuh Kristus akan terjadi dalam perjumpaan yang bersejarah bagi kaum muda mulai dari Sabang sampai Merauke,” jelas Pdt Zakharias dalam khotbahnya dalam pembacaan Mazmur 71:20b.
Kegiatan selama tiga hari, 3-5 Juni 2019, akan membahas pergumulan pemuda gereja Kawasan Timur Indonesia dan persiapan Pertemuan Raya Pemuda PGI di Provinsi Sumatra Barat pada November 2019.
Konsultasi Regional Pemuda PGI dibuka langsung oleh MPH PGI, Pnt Arie Moningka. Ia mengatakan bagaimana gereja hidup dalam alam globalisasi dengan seabrek tantangan untuk secara kreatif berusaha mencari jawaban.
“Sehingga Damai Sejahtera Allah memenuhi dunia ini melalui kehadiran warga gereja terutama kaum muda. Dunia kita masa kini sangat di pengaruhi oleh fenomena globalisasi,” katanya.
Moningka melanjutkan, banyak terjadi ketimpangan di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dan lingkungan hidup. Ke manakah pemuda mengkonsultasikan dan mencari jawaban tentang keresahan dan permasalahan? Masihkah gereja menjadi komunitas orang percaya yang mampu memberikan jawaban? Di sinilah gerakan oikumene melalui Konsultasi Regional Pemuda PGI diiharapkan akan menjadi tempat dalam mengurai banyak hal,” ungkapnya.
Sementara itu, Antho Philip, salah peserta yang hadir mengatakan kegiatan ini sebagai wadah kaum muda dalam berbagi pengalaman dan visi.
“Kemudian dapat merumuskan semacam identitas bersama atau kerangka kerja dalam teologi sosial, ekonomi, politik dan budaya sebagai paradigma kepemudaan menanggapi tantangan zaman, sembari berkontemplasi dalam kebaikan Allah pada umatnya,” ujar Antho.
Peliput : Albert Piterhein Nalang

Discussion about this post