• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Februari 18, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi
Kolaborasi Hijau KMPA Tansa – KPPA Tarantula di Molas, Peringati  HLB dan HPSN

Kolaborasi Hijau KMPA Tansa – KPPA Tarantula di Molas, Peringati HLB dan HPSN

by Meikel Eki Pontolondo
17 Februari 2026
in Edukasi
0
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Bulan Februari terdapat dua peringatan besar, yakni hari lahan basah (HLB) dan HPSN ( Hari Peduli Sampah Nasional). Menyambut keduanya, KMPA Tansa dan KPPA Tarantula menggelar beberapa kegiatan, bertempat di Lingkungan V, Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, tepatnya lorong Cempaka, Selasa (17/02/2026).

Peringatan yang dilakukan itu, berupa pembagian bibit Rica dan kemangi, penanaman bibit Pucuk merah di pinggiran sungai sembari dibagikan kepada masyarakat, sekaligus pembersihan sampah.

Dibrian Rongkonusa, selaku panitia penyelenggara dari KMPA Tansa, menjelaskan bahwa aksi pembagian bibit rica dan kemangi ini bagian dari kampanye Urban Farming, di mana mendorong masyarakat memanfaatkan lahan sempit mereka untuk dijadikan ruang hijau, atau pun sebagai dapur hidup.

“Sedangkan penanaman bibit pucuk merah di pinggiran Sungai, tujuannya untuk mencegah terjadinya erosi atau pengikisan terhadap tanah, serta dilakukan pembersihan sampah di pinggiran sungai, agar mengurangi masalah pencemaran terhadap sungai dan laut,” ungkap Dibrian.

Senada dengan Dibrian, dari KPPA Tarantula Adventure, Aprilia Beslar, menyebutkan bahwa aksi ini merupakan momentum ganda bagi para penggiat lingkungan. “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” ujar Aprilia di sela-sela kegiatan.

Sebanyak sembilan organisasi pencinta alam terlibat dalam kolaborasi ini, termasuk KPAB Chiroptera, MPA Arsas Unsrat, KPA Silvatera, PPAB Everest, MPA Khatulistiwa, KPA Nucifera, KPA Ampala, serta kedua penyelenggara KMPA Tansa dan KPPA Tarantula. Fokus utama mereka adalah mendorong masyarakat melakukan penghijauan dari lingkup terkecil, yakni pekarangan rumah.

Dalam aksi tersebut, para relawan membagikan tiga jenis bibit tanaman yang mendukung konsep “dapur hidup”, di antaranya: Cabai (Rica), Kemangi, dan Pucuk Merah.

“Fokus kami adalah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penghijauan, dimulai dari halaman rumah sendiri,” tambah Aprilia

Tak hanya urusan tanam-menanam, para pecinta lingkungan ini juga turun ke lapangan untuk menyisir sampah di sepanjang bantaran Sungai Cempaka. Aksi bersih-bersih ini bertujuan untuk menjaga kelestarian aliran air dan mencegah sumbatan sampah yang kerap memicu masalah lingkungan di wilayah pemukiman.

Inisiatif ini menuai apresiasi dari warga. Delvy Sondakh, salah satu warga Kelurahan Molas yang menerima bibit gratis, berharap gerakan seperti ini terus berlanjut secara konsisten.

“Semoga bibitnya tumbuh subur sehingga ada penghijauan di depan rumah. Kami berharap kelompok pencinta alam terus bekerja dengan baik agar memberikan dampak yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” tutur Delvy.

Melalui gerakan ini, para penggiat lingkungan berharap kesadaran kolektif warga Manado terhadap kelestarian ekosistem semakin meningkat, terutama dalam memanfaatkan lahan sempit menjadi area hijau yang produktif. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo 

Barta1.Com
Tags: KMPA TansaKPPA Tarantulaurban farming
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post

Sukses Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, TNI AL Pamerkan Juga Hasil Tangkapan Bernilai Ratusan Miliar Rupiah

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Sulut Kingdom Of Myth Perkuat Status sebagai Event Medieval Pertama di Sulawesi Utara 18 Februari 2026
  • Sukses Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, TNI AL Pamerkan Juga Hasil Tangkapan Bernilai Ratusan Miliar Rupiah 17 Februari 2026
  • Kolaborasi Hijau KMPA Tansa – KPPA Tarantula di Molas, Peringati HLB dan HPSN 17 Februari 2026
  • Lelaki Berani dan Puitis Itu Telah Berpulang 17 Februari 2026
  • PHRG GMIM Paulus TWM Launching Kegiatan Tahun 2026 17 Februari 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In