Manado, Barta1.com – Guna memastikan transisi layanan listrik dari 6 jam menjadi 24 jam berjalan mulus, PLN UID Suluttenggo melakukan perombakan besar-besaran pada infrastruktur pembangkit di empat pulau di Sulawesi Utara. Langkah ini mencakup relokasi mesin hingga penguatan sistem bahan bakar untuk menjaga keandalan pasokan secara berkelanjutan.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, merinci bahwa pihaknya tidak hanya menambah jam nyala, tetapi juga meningkatkan kapasitas total pembangkit. Di Pulau Mantehage misalnya, sistem kini ditopang oleh daya lebih dari 300 kW untuk menjamin stabilitas operasi jangka panjang.
“Kami telah melakukan relokasi mesin untuk penambahan kapasitas pembangkit guna memastikan kecukupan daya. Saat ini, masing-masing sistem berada dalam kondisi surplus sehingga mampu mendukung operasional 24 jam,” ungkap Usman Bangun.
Selain kapasitas, PLN melakukan revitalisasi pada panel sinkron dan sistem bahan bakar minyak (BBM). Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir risiko gangguan teknis serta memastikan tegangan listrik yang masuk ke rumah warga tetap stabil dan aman bagi perangkat elektronik.
Sisi sumber daya manusia juga diperkuat dengan penambahan tenaga operator pembangkit dan tim pelayanan teknik di setiap pulau. Hal ini krusial mengingat operasional mesin kini berlangsung nonstop, berbeda dengan pola sebelumnya yang hanya menyala pada malam hari saja.
“Kami juga merevitalisasi gedung sentral pembangkit serta menambah tenaga operator sebagai upaya penguatan keandalan sistem agar pasokan listrik dapat berjalan aman dan andal,” tambah Usman dalam laporannya.
Pembenahan infrastruktur ini dilakukan secara menyeluruh di Pulau Buhias (Sitaro), Pulau Kakorotan (Talaud), Pulau Mantehage, dan Pulau Nain (Minahasa Utara). PLN berkomitmen untuk terus memantau stabilitas beban di setiap sistem agar surplus daya tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan pelanggan baru. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post