Palu, Barta1.com — PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tolitoli menunjukkan komitmennya bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program penyaluran modal usaha produktif bagi warga prasejahtera di Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, PLN berupaya menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menggarisbawahi inisiatif ini sebagai perwujudan dari visi pelayanan PLN yang melampaui tugas utama penyediaan listrik.
“Kami sangat mengapresiasi langkah YBM PLN UP3 Tolitoli yang secara konsisten menjalankan program pemberdayaan ekonomi ini. Dukungan ini adalah refleksi dari semangat Beyond Service PLN, di mana kehadiran kami tidak hanya untuk melayani kelistrikan, namun juga untuk menjadi motor penggerak dan mitra strategis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat,” tegas Usman.
Bantuan modal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan YBM PLN untuk mengoptimalkan dana zakat profesi pegawai Muslim, yang disalurkan kepada tiga penerima manfaat di Moutong yang bergerak di sektor usaha mikro: kuliner rumahan, perdagangan kecil, dan jasa.
Penyerahan bantuan, yang diselenggarakan pada Sabtu (22/11/2025), dilakukan secara langsung oleh Manager PLN UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, menekankan kepedulian sosial yang kuat di tingkat pimpinan unit.
Keandalan layanan kelistrikan yang disediakan oleh PLN UP3 Tolitoli, khususnya di wilayah kerja ULP Moutong, menjadi pondasi utama bagi keberlangsungan UMKM. ULP Moutong bertanggung jawab atas pengoperasian jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) dan tegangan rendah (JTR) di wilayah tersebut.
Hal itu memastikan System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) tetap rendah. Kualitas listrik yang baik adalah aset fundamental yang memungkinkan para penerima bantuan modal, seperti usaha kuliner yang membutuhkan pendingin dan peralatan listrik, dapat beroperasi secara konsisten.
Manager UP3 Tolitoli, Icuk Sulistianto, menjelaskan bahwa nilai utama dari program ini terletak pada pendampingan, bukan hanya modal. Ia memastikan bahwa bantuan ini dirancang untuk mencapai pertumbuhan usaha.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik berupa modal, tetapi YBM PLN juga berkomitmen untuk mendorong adanya pendampingan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang, naik kelas, dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga,” ujar Icuk.
Usman Bangun lebih lanjut menjelaskan filosofi di balik program ini, memandang bantuan modal usaha produktif sebagai sebuah investasi sosial yang memberikan pengembalian berupa kemandirian masyarakat.
“Pemberian bantuan usaha produktif seperti ini adalah investasi sosial. Kami berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan modal ini sebaik-baiknya untuk mencapai kemandirian, dan pada akhirnya, turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Dalam penyaluran ini, YBM PLN memastikan bantuan modal usaha disalurkan secara spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan sektor usaha masing-masing penerima, mulai dari modal kerja hingga pengadaan peralatan.
Program ini dilaksanakan sesuai prinsip zakat, di mana dana yang dikelola dari zakat profesi pegawai disalurkan kepada mustahiq (golongan yang berhak menerima), memastikan setiap rupiah memberikan daya ungkit maksimal.
Kegiatan ini berhasil menumbuhkan optimisme di kalangan penerima manfaat. Dengan dukungan BUMN seperti PLN melalui YBM, masyarakat prasejahtera di Moutong kini memiliki peluang nyata untuk meningkatkan skala usaha, mencapai kemandirian, dan berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan, memperkuat posisi PLN sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang terencana dan tepat sasaran. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post