Manado, Barta1.com — Mewakili Ketua Jurusan AB Polimdo, Diana R.S. Maramis SE., MSi, dan Sekjur Arifmanuel Kolondam SE., MM, Dr. Robby T. Mamusung SE., MM memimpin kegiatan penanaman bibit mangrove jenis Rhizopora mucronata di Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (22/11/2025).
Kehadiran anggota Senat Polimdo ini menjadi bagian dari program Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis (Himaju AB) Polimdo yang mengusung tema “Mahasiswa Jurusan AB Polimdo Berdampak.”
Kegiatan ini juga dinilai sebagai salah satu bentuk Project Based Learning (PBL) yang didorong oleh Dr. Robby agar menjadi program berkelanjutan.
“Kegiatan yang dilakukan Himaju AB Polimdo ini sangat luar biasa. Budaya melestarikan hutan mangrove harus ditanamkan sejak dini. Stereotip bahwa generasi milenial adalah generasi instan perlu dipatahkan lewat aksi nyata mencintai lingkungan,” ujar Dr. Robby.
Ia menegaskan bahwa melestarikan lingkungan adalah warisan penting yang harus diteruskan dari generasi ke generasi. “Sekalipun kita hidup di era modernisasi, jangan pernah mengabaikan perlindungan hutan sebagai habitat berbagai makhluk hidup.”
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan yang digelar Himaju AB Polimdo sangat berdampak, terlebih karena berkaitan dengan potensi ekowisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Himaju AB Polimdo, Revival Apricardo Mansihoere, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran anggota akan pentingnya mencintai dan menjaga lingkungan.
“Hari ini kami menanam 70 bibit mangrove berjenis Rhizopora Mucronata. Sebelum penanaman, kami mendapat pembekalan dari alumni kami, Meikel Pontolondo, yang dikenal peduli terhadap ekosistem pesisir. Beliau juga merupakan bagian dari organisasi Seasoldier Sulut yang dibina oleh Nadine Chandrawinata, sosok yang aktif menyuarakan isu lingkungan,” kata Revival.
Menurutnya, sebelum turun menanam, para peserta diajarkan manfaat tentang 3 ekosistem pesisir, salah satunya mangrove, manfaatnya dari sisi ekologis maupun ekonomi, jenis Mangrove beserta substrat yang tepat, teknik penanaman yang benar, hingga tahapan monitoring.
“Menanam mangrove tidak semudah yang dibayangkan. Ada teknik khusus yang harus diikuti. Namun prosesnya sangat menarik, apalagi mengingat betapa besar manfaat mangrove bagi ekologi, mulai dari mencegah abrasi dan erosi, menahan intrusi air laut, hingga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim,” tambahnya.
Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari anggota Himaju AB Polimdo, para dosen, serta alumni. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post