• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Mei 12, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Fiskal Sulut Menyempit: DPRD Dorong Reschedule Utang, Gubernur Pilih Optimisme

by Meikel Eki Pontolondo
28 Oktober 2025
in Politik
0
Fiskal Sulut Menyempit: DPRD Dorong Reschedule Utang, Gubernur Pilih Optimisme
0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dalam rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (27/10/2025), anggota DPRD Sulut Amir Liputo menyampaikan interupsi kepada Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Interupsi tersebut menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan berat.

“Saya mengapresiasi kerja pemerintah daerah. Luar biasa, meski APBD kita sedang dalam tekanan sangat berat karena kehilangan hampir Rp600 miliar,” ujar Amir dalam rapat yang digelar di ruang Paripurna DPRD Sulut.

Namun, lanjut Amir, di tengah situasi sulit tersebut, Gubernur tetap berkomitmen menjaga stabilitas fiskal daerah. Sebagai anggota Badan Anggaran, Amir menyampaikan beberapa usulan untuk memperkuat posisi keuangan pemerintah provinsi.

“Saya berharap Bapak Gubernur dapat memperjuangkan agar fiskal kita lebih longgar. Perhatian terhadap gaji ASN dan tunjangan memang kabar baik, tetapi kita juga harus berpikir keras tentang sektor mana yang bisa dilakukan efisiensi,” jelasnya.

Amir kemudian menyoroti poin keempat terkait penghapusan dana bantuan pusat, khususnya mekanisme intersep DAU (Dana Alokasi Umum) akibat kewajiban pembayaran pinjaman kepada PT SMI untuk proyek infrastruktur strategis.

“Kami berharap Bapak Gubernur bisa mengusulkan secara resmi melalui DPRD Sulut agar dilakukan reschedule atau penjadwalan ulang pembayaran utang. Ini praktik lazim dalam sistem akuntansi, terutama saat pendapatan daerah turun drastis, ketika adanya Covid-19” katanya.

Amir menghitung, tahun ini Pemprov Sulut memiliki kewajiban sebesar Rp200 miliar. Jika dilakukan penjadwalan ulang, maka ruang fiskal sebesar nilai tersebut bisa dimanfaatkan kembali untuk program strategis daerah.

“Dengan adanya reschedule utang, program-program prioritas Gubernur dalam RPJMD bisa lebih tercapai. Mudah-mudahan pembahasan APBD 2026 akan lebih longgar,” tambahnya.

Amir menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen membayar utang sesuai jadwal hingga 2029, namun dengan harapan adanya kelonggaran satu tahun agar ruang fiskal bisa bernapas lebih lega.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulut Yulius Selvanus memberikan apresiasi atas masukan tersebut.

“Terima kasih atas sarannya. Kita tidak berjalan sendiri. Ada instansi vertikal disebelah kiri dan Forkompimda dibaguan kanan, mereka akan ikut menopang. Saya melihat banyak program kementerian yang akan turun di Sulut pada 2026, sesuai dengan rencana di KUA dan PPAS,” ungkap Gubernur.

Yulius juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan lembaga keuangan.

“Kita malu kalau tidak membayar utang. Jangan sampai mereka enggan lagi meminjamkan kepada kita. Tapi jangan khawatir, hasil lobi-lobi saya di kementerian menunjukkan banyak anggaran vertikal akan turun ke Sulut,” katanya optimistis.

Menurut Gubernur, meski APBD berkurang sekitar Rp500 miliar, bantuan dari program vertikal justru mencapai lebih dari Rp1,2 triliun, baru satu instansi, belum lainnya.

“Jadi, saya tidak khawatir. Kita tetap optimistis dan fokus pada konsep KUA-PPAS 2026,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: amir liputoDPRD SulutGubernur Yulius Selvanusparipurna
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Setahun Menteri Nusron: 96 Persen Penertiban Tanah Telantar Dialokasikan untuk Reforma Agraria

Setahun Menteri Nusron: 96 Persen Penertiban Tanah Telantar Dialokasikan untuk Reforma Agraria

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Donald Sambuaga Terpilih Ketua FPTI Manado Periode 2026–2030: Jabatan Adalah Amanah Bersama 12 Mei 2026
  • Louis Carl Schramm Soroti Kekurangan Guru SMA/SMK hingga SLB, Sulut Usulkan 1.100 CPNS 11 Mei 2026
  • DPRD Sulut Soroti Roadmap Pendidikan, Dinas Pendidikan Paparkan Realisasi Anggaran 2026 11 Mei 2026
  • Muslimah Mongilong, Selamatkan Wajah PDI Perjuangan di RDP Komisi IV DPRD Sulut 11 Mei 2026
  • Viral Foto Kajati Sulut-Tonsu Pasca Penetapan Tersangka Bupati Sitaro, Ini Kata Asintel 11 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In