Manado, Barta1.com — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado kembali membuktikan bahwa peran perusahaan kelistrikan tidak sebatas menjaga pasokan daya. Melalui HUB UMK Suluttenggo, PLN justru mengalirkan energi baru ke sektor sosial-ekonomi dengan memberdayakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan PMI Purna agar menjadi pelaku usaha mikro yang mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan bertajuk Sosialisasi Kebijakan dan Pemberdayaan bagi PMI serta Pengembangan Potensi Usaha bagi PMI Purna baru-baru ini, PLN menggandeng Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara. Bertempat di Aula Mantehage, PLN UP3 Manado, acara ini diikuti oleh puluhan PMI aktif dan purna yang kini tergabung dalam UMKM binaan PLN.
PLN menghadirkan dua pemateri utama: Kepala BP3MI Sulut, M. Syachrul Afriyadi, S.Kom dan Kepala Tim Pemberdayaan BP3MI, Lussy L. Lumi, SE. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kebijakan terbaru sesuai UU No. 18 Tahun 2017, tetapi juga menyentuh aspek penting lain seperti literasi keuangan, strategi pemasaran digital, dan testimoni wirausaha sukses dari mantan PMI.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen PLN dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membangun kapasitas ekonomi kerakyatan.
“PMI tidak hanya pahlawan devisa di luar negeri, tapi harus menjadi pahlawan ekonomi lokal di negeri sendiri,” ujarnya.
Revi menambahkan bahwa dengan bekal literasi dan pelatihan ini, para PMI Purna diharapkan mampu memanfaatkan energi yang sudah dihadirkan PLN di desa-desa mereka untuk mengembangkan usaha.
“Energi listrik harus menjadi penggerak ekonomi, bukan sekadar penerang rumah. Melalui pelatihan ini, kami ingin menjadikan energi sebagai modal transformasi sosial,” tegasnya.
Dukungan PLN terhadap PMI dinilai strategis, mengingat besarnya kontribusi remitansi terhadap ekonomi nasional. General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyampaikan bahwa para purna PMI berpotensi menjadi local changemakers yang mampu membuka lapangan kerja baru di wilayahnya.
“PLN ingin menjadikan mereka motor penggerak ekonomi baru, bukan hanya mantan pekerja,” kata Usman.
Dalam pelatihan ini, PLN juga mengintegrasikan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pemasaran UMK. Para peserta dikenalkan pada e-commerce lokal, cara memanfaatkan media sosial untuk branding produk, dan penggunaan platform pembayaran digital.
Energi listrik menjadi landasan operasional ekonomi digital yang kini menjangkau hingga pelosok.
Kolaborasi antara PLN, BP3MI, dan lembaga pendamping UMK ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang inklusif.
Upaya ini juga memperkuat kontribusi PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada poin “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi” serta “Pengurangan Kesenjangan”.
Kegiatan ini bukan yang pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir. PLN UP3 Manado bersama HUB UMK Suluttenggo menargetkan replikasi program di berbagai daerah, menjadikan energi kelistrikan bukan sekadar layanan publik, melainkan bahan bakar utama bagi pemberdayaan masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis energi dan edukasi, PLN membuktikan bahwa kekuatan sejati kelistrikan bukan hanya di tegangan voltase, tapi pada daya juang manusia yang tersambung dan tersulut untuk maju bersama. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post