Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Vionita Kuera, meluapkan kekecewaannya terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) Provinsi Sulut. Ia menyoroti dua proyek pembangunan sekolah di wilayah Siau yang hingga kini belum juga rampung.
“SMA Negeri 1 Siau Barat mulai dikerjakan sekitar tahun 2017 atau 2018. Proyeknya awalnya adalah renovasi dua ruang kelas menjadi bangunan dua lantai. Tapi realisasinya hanya sampai struktur saja, hanya terlihat rangka bangunan,” ujar Vionita saat bertemu Sekretaris Diknas Provinsi Sulut, Jefrie E. Runtuwene.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kelanjutan anggaran untuk proyek tersebut. “Dua ruang kelas yang dibongkar tidak pernah diselesaikan. Sudah bertahun-tahun begitu saja.”
Vionita juga mempertanyakan peran kepala sekolah setempat yang sudah menjabat hampir delapan atau sembilan tahun. “Setiap saya reses, warga selalu menanyakan masalah ini. Anehnya, saat saya tanya siapa yang bertanggung jawab atas proyek itu, kepala sekolah malah bilang tidak tahu.”
Menanggapi hal tersebut, Jefrie menyatakan akan memeriksa ulang anggaran proyek tersebut. “Nanti kami cek lagi soal anggarannya, terutama yang berkaitan dengan struktur bangunan dua lantai itu,” ucapnya.
Namun, Vionita menilai kejanggalan proyek semakin jelas karena tidak ada papan proyek di lokasi. “Itulah yang jadi pertanyaan saya, siapa sebenarnya yang mengerjakan bangunan di SMA Negeri 1 Siau Barat?” lanjutnya.
Tak hanya di Siau Barat, kondisi serupa juga terjadi di SMA Negeri Siau Timur. Menurut Vionita, di sekolah itu hanya dibangun tiangnya saja, lalu kontraktornya kabur. “Saya heran, apakah proyek-proyek ini pernah diaudit atau tidak.”
“Mohon berikutnya para kontraktor seperti ini mohon di Blacklist dari semua proyek yang ada, apalagi berkaitan dengan renovasi sekolah dan sebagainya,” terangnya.
Kembali sekretaris Jefrie menjawab. “Siap, terkait persoalan 2 sekolah ini, nanti akan ditindaklanjut.”
Wakil ketua DPRD Provinsi Sulut, Louis Carl Schramm, ikut juga menambahkan aspirasi yang disampaikan oleh rekannya, Vionita Kuera.
“Kepada Dinas Pendidikan mohon jangan ada lagi sekolah yang mangkrak, karena ini berdampak negatif. Seperti yang ada di daerah Ibu Vionita, mohon itu segera diperhatikan,” Pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post