Manado, Barta1.com – Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Mahasiswa bernama Andri Syahputra Karo Sekali berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Project-Based Learning (PBL) Internasional 2025, yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam pada 19–21 Agustus 2025.

Andri dalam meraih pencapaian membanggakan ini tidak sendiri, ia dibantu oleh dosen pembimbingnya, Dr. Winda Slat, SST., M.Eng, saat mempersiapkan perlombaan di kategori Manufacturing Fabrication Products. Kategori ini diikuti oleh 196 peserta dari berbagai politeknik se-Indonesia, serta mahasiswa dari Malaysia dan Singapura.

Dalam ajang tersebut, Andri menampilkan produk inovatif berjudul: “Inovasi Meja dan Kursi Hasil Daur Ulang Sampah Plastik.” Produk ini merupakan hasil tugas akhir dari Program Studi Teknik Mesin Produksi dan Perawatan Polimdo.

Melalui karya ini, Andri memanfaatkan limbah plastik yang diolah melalui beberapa tahapan: pengumpulan, pemilahan, pencacahan, pemanasan, hingga pencetakan, menggunakan teknologi sederhana namun efektif.

Kursi dan meja hasil daur ulang ini tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Inovasi ini mendukung penerapan ekonomi sirkular, sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat limbah sebagai sumber daya yang bisa diolah kembali.
Polimdo sendiri dalam ajang ini membawa tema “Green Economy – Daur Ulang Sampah Ramah Lingkungan” dan dihadiri oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Diana Tangian, SH., MH., M.Si dan Ketua Senat Polimdo, Marson Budiman, SST., MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo.
Diretur Polimdo, Dra Mareyke Alelo, MBA melalui Ketua Jurusan Teknik Mesin Polimdo, Meidy Kawulur, S.Si., M.Si, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Andri. Saat diwawancarai oleh Barta1.com, Kamis (21/08/2025), ia mengungkapkan: “Puji Tuhan, sangat bersyukur. Hasil project mahasiswa Teknik Mesin ternyata sungguh luar biasa dan telah diakui secara internasional.”
Ia juga menekankan pentingnya proses pembelajaran di kampus yang tidak hanya teoritis, tetapi mampu menginspirasi mahasiswa untuk berkarya secara inovatif dan aplikatif.
“Ilmu yang didapatkan mahasiswa selama kuliah terbukti tidak sia-sia. Mereka bisa menciptakan hal yang bermanfaat secara kreatif dan tepat guna. Bahkan, mengolah sampah botol plastik pun bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.
Meidy berharap, ke depannya mahasiswa Polimdo terus terpacu untuk berinovasi dan menciptakan karya-karya yang tak hanya bermanfaat, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.
“Sebagai pimpinan jurusan, kami akan terus memberikan dukungan dan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya nyata yang berdampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat luas,” tutupnya.
Keberhasilan Andri menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa teknik tak hanya unggul dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu global seperti lingkungan hidup dan keberlanjutan.
Polimdo, melalui bimbingan dosen dan kurikulum berbasis praktik, terus berkomitmen mencetak generasi profesional yang mampu menjawab tantangan zaman dengan karya, inovasi, dan kepedulian nyata.
Peliput; Meikel Pontolondo


Discussion about this post