Manado, Barta1.com – Dalam semangat berbagi dan peduli terhadap sesama, Pembina serta pengurus Biro Kerohanian Kristen (BKK) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), bersama Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, melakukan kunjungan kasih ke Rumah Tahanan Kelas IIA Malendeng, Kota Manado, pada Minggu (3/08/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari program pelayanan kepada masyarakat yang dijalankan oleh BKK Polimdo, khususnya dalam menyentuh sisi kemanusiaan dari mereka.

Dalam sebuah video yang dibagikan melalui media sosial, Direktur Alelo mengungkapkan rasa syukurnya bisa hadir secara langsung di tengah-tengah warga binaan Rutan Malendeng. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk nyata kehadiran dan kepedulian Polimdo terhadap masyarakat.
“Ini bagian dari sukacita kami bisa hadir dan memberikan semangat kepada saudara-saudara kita di sini, agar mereka mampu melewati masa-masa sulit ini dengan hati yang penuh rasa syukur,” ujar Alelo sambil tersenyum.
Sementara itu, Pembina BKK Polimdo, Pdt. Dr. Alfrets Daleno, S.Th., M.Pd.K, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program pelayanan yang melibatkan para mahasiswa anggota BKK periode 2025. Tujuannya, kata dia, adalah membentuk karakter mahasiswa agar peduli dan terlibat aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin anak-anak BKK belajar untuk hadir dan peduli, bukan hanya di lingkungan kampus, tapi juga di tengah masyarakat, termasuk warga binaan,” jelas Pdt. Daleno.
Ia menambahkan, di Rutan Kelas IIA Malendeng terdapat komunitas jemaat Abigael yang secara khusus dilayani dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya memberikan pelayanan rohani, rombongan juga membawa bantuan kebutuhan sehari-hari seperti kopi, gula, kue, dan sabun.
“Semua bantuan ini adalah hasil inisiasi dari Ibu Direktur sebagai wujud nyata bahwa Polimdo hadir dan peduli terhadap warga binaan, melalui BKK,” katanya.
Pdt. Daleno juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Rencananya, Polimdo melalui BKK akan melanjutkan aksi sosial serupa ke berbagai tempat lainnya.
“Ke depan, kami bersama Ibu Direktur juga berencana untuk mengunjungi panti asuhan, dan terus menjalankan bentuk-bentuk pengabdian masyarakat lainnya yang juga mencakup pelayanan dan sosialisasi.”
Pdt asal Nusa Utara juga menegaskan bahwa pelayanan yang dilakukan ini bukan hanya sekadar rutinitas organisasi, tetapi sebuah panggilan untuk hadir dan mengasihi, di mana pun dan kepada siapa pun. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post