Gorontalo, Barta1.com—Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung akses listrik berkeadilan, PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) dan Srikandi PLN UP3 Gorontalo menyalurkan bantuan sambungan listrik gratis bagi Yayasan Rumah Yatim Abdullah Muallimin, yang berlokasi di Jalan Sawah Besar, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada 25 Juli 2025.
Program ini merupakan implementasi dari inisiatif sosial Light Up The Dream, yang bertujuan memberi akses listrik layak dan aman bagi masyarakat prasejahtera serta lembaga pendidikan dan sosial. Yayasan Abdullah Muallimin dikenal sebagai lembaga pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa serta menjalankan kegiatan Rumah Tahfidz untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.
General Manager PLN UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyatakan bahwa bantuan ini mencerminkan kehadiran nyata PLN dalam memperluas akses kelistrikan yang inklusif.
“PLN terus berupaya memastikan energi listrik dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk lembaga-lembaga sosial seperti yayasan ini,” ujar Usman.
Menurut data PLN, rasio elektrifikasi nasional hingga Mei 2025 telah mencapai 99,87%, sementara untuk Provinsi Gorontalo sendiri, rasio elektrifikasi telah menembus angka 99,95%, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mencapai elektrifikasi penuh. Namun, masih terdapat segmen masyarakat marginal dan lembaga sosial yang memerlukan dukungan khusus untuk memperoleh sambungan listrik permanen.
Ketua YBM PLN UP3 Gorontalo, Nazarudin Junus, menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari pegawai muslim PLN.
“Kami memprioritaskan bantuan untuk sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan dan tempat tinggal anak yatim,” ungkap Nazarudin.
Srikandi PLN—komunitas perempuan PLN yang aktif dalam kegiatan sosial—juga turut mendampingi pelaksanaan program ini. Ketua Srikandi PLN UP3 Gorontalo, Rahmawatie Datau, menegaskan bahwa keterlibatan mereka adalah wujud kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kami ingin menghadirkan terang, harapan, dan kenyamanan bagi anak-anak binaan yayasan,” ucap Rahmawatie.
Ketua Yayasan Rumah Yatim Abdullah Muallimin, Ahmad Thoha, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. “Listrik sangat vital bagi aktivitas belajar, mengaji, dan kehidupan santri, terutama di malam hari. Bantuan ini adalah anugerah besar bagi kami,” ujar Ahmad.
Melalui “Light Up The Dream”, PLN tidak sekadar menyalurkan daya listrik, tetapi juga menghadirkan energi harapan. Program ini menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial PLN untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post