Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menjalin kerja sama strategis dengan dunia industri. Kali ini, Polimdo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama PT PLN Nusantara Power dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Ruang Theater Polimdo, Jumat (1/8/2025).

Hadir dalam agenda penting ini, jajaran manajemen PLN Unit Pelaksana (UP) Minahasa, antara lain: Aries Indrianto Elisa (Manager UP Minahasa), Hairuddin (Assistant Manager Enjiniring), Oudy Rumbajan (Assistant Manager Operasi), Ferry Rumengan (Assistant Business Support), dan Rizki Abi Karomi (Team Leader RENDAL Operasi dan Niaga).

Sementara dari pihak Polimdo, hadir langsung Direktur Dra. Mareyke Alelo, MBA, didampingi jajaran pimpinan lainnya seperti: Juliet Makingung, SE, MSi (Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama) dan Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST, MT (Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni).
Tak ketinggalan para ketua jurusan dan dosen juga turut hadir, seperti Ketua Jurusan Teknik Mesin Meidy Kawulur, SSi, MSi, Ketua Jurusan Teknik Elektro Marson Budiman, SST, MT, Ketua Jurusan Teknik Sipil Ir. Trio Pendekar Lonan, ST, MT, Sekretaris Jurusan Administrasi Bisnis Arif Manuel Kolondam, SE, MM, serta Koordinator Humas Polimdo Ivoletti Merlina Walukow, SE, MSi.Dalam sambutannya, Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki arti besar bagi pengembangan pendidikan vokasi di Polimdo. Filosofi link and match antara kampus dan industri menjadi dasar utama kolaborasi ini.
“Sangat penting bagi kami untuk menjalin kerja sama dengan industri, agar dosen dan mahasiswa bisa mendapatkan akses langsung terhadap informasi dan praktik terkini di dunia kerja, khususnya dari PLN,” ujar Alelo.
Menurutnya, kerja sama ini dapat menjadi dasar untuk memperbarui kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.Alelo juga menyinggung soal keterbatasan pendanaan yang menjadi tantangan dalam pendidikan vokasi. Banyak mahasiswa Polimdo berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
“Sebagian besar mahasiswa kami hanya membayar UKT kategori I dan II, yakni Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Bahkan 10% di antaranya adalah penerima KIP yang UKT-nya ditanggung pemerintah,” jelasnya.
Sementara, kebutuhan biaya ideal untuk mencapai kompetensi maksimal per mahasiswa bisa mencapai Rp15 juta. Untuk jurusan seperti Akuntansi, Pariwisata, dan Administrasi Bisnis, dibutuhkan sekitar Rp9 juta per mahasiswa.
“Maka dari itu, kerja sama ini sangat membantu menutupi kekurangan pendanaan dan mempersiapkan lulusan kami agar lebih siap masuk ke dunia kerja,” tambah Alelo.Lebih lanjut, Direktur Polimdo ini menegaskan pentingnya transfer ilmu pengetahuan, teknologi, dan juga soft skill melalui kerja sama ini.
“Banyak lulusan yang cerdas secara akademik, tapi kurang dalam hal attitude dan ketahanan mental di dunia kerja. Soft skill seperti ini hanya bisa didapat dari pengalaman langsung, dan industri seperti PLN punya itu,” jelasnya.
Alelo berharap kerja sama ini bisa menjadi sumber masukan penting bagi penyempurnaan kurikulum, khususnya di jurusan-jurusan yang berkaitan langsung dengan sektor energi dan keteknikan seperti Teknik Sipil, Elektro, dan Mesin.
Sementara itu, Manager UP Minahasa Aries Indrianto Elisa mengungkapkan apresiasinya atas kerja sama dengan Polimdo. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mempersiapkan SDM masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. PLN Nusantara Power membutuhkan kader-kader penerus yang kompeten, dan kami berharap kampus seperti Polimdo dapat menjadi mitra strategis,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan bahwa ke depan akan ada banyak program yang bisa dijalankan bersama, seperti program magang mahasiswa dan kuliah tamu dari pihak PLN.
“Kami juga ingin memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan tempat kami bekerja, termasuk dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post