Manado, barta1.com – Bertepatan degan peringatan hari pendidikan, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kuliah umum bagi ratusan mahasiswanya dengan menghadirkan narasumber yang ahli pada bidangnya, seperti Dewan Energi Mahasiswa Sulut dan iNews Manado, Ruang Theater Polimdo, Jumat (2/05/2025).

Kegiatan ini pula tidak lepas dari pantauan Ketua Jurusan (Kajur) Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, SST., M.T.
Pada kesempatan itu, Josua Sondakh, selaku ketua Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Sulut mengatakan persoalan literasi yang menjadi kendala di Sulut, dan menyelesaikan persoalan ini tentunya membutuhkan peran dari setiap pemuda yang ada.
“DEM Sulut massanya bagian dari akademisi, yang selalu membuat inovasi, kemudian inovasi itu dikolaborasikan dengan pemerintah, industri, dan pihak kampus yang dapat memberikan gagasan kongkrit untuk membantu persoalan yang masyarakat rasakan hari ini,” ungkap Josua.
Menurut Josua kenapa harus anak muda ? dan Polimdo itu menarik, di mana sudah memberikan langkah besar yang bisa mendorong UMKM berkelanjutan. “Melalui wadah kreatif yang ada, mahasiswa dapat memberikan bakat – bakat mereka sehingga UMKM yang pernah saya lihat tidak ada di kampus-kampus lain, selain Polimdo itu sendiri.
“Hari ini anak muda harus menjadi agen perubahan yang dapat memikirkan perubahan, misalnya di Elektro ada pembuatan robotika. Robotika itu merupakan gagasan menuju bonus Demografi, di mana Indonesia harus menjadi negara maju,” terang mahasiswa Unsrat itu.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa hari ini harus berani menggunakan hasil produknya untuk menjawab setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, misalnya menciptakan listrik yang ramah lingkungan. “Mengingat, listrik kita banyak menggunakan batu bara, minyak, secara keseluruhan menggunakan bahan fosil yang tidak ramah lingkungan.”
“Cadangan bahan fosil kita hari ini semakin menipis, untuk menjawab persoalan ini seharusnya Indonesia harus berani bertransisi dan tidak bergantung dengan energi fosil. Bagaimana yang awalnya mobil kita menggunakan bensin, kemudian bisa menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, yaitu energi terbarukan dan itu solusinya per-hari ini,” tuturnya.
Lanjut Josua, bahwa bagaimana hari ini perusahaan – perusahaan industri bisa menggunakan energi terbarukan, dan memangkas ketergantungan akan energi fosil, mengingat energi fosil itu tidak ada sustainable development, pasti akan habis, solusinya apa ? yeah dengan potensi yang Indonesia miliki dan itu besar, seperti tenaga matahari, air, angin, dan panas bumi.
“Potensi itu besar, namun per-hari ini potensi yang bisa dimanfaatkan baru diangka 0,3%, kalau mau dibilang kurang literasinya, yeah memang kurang SDM-nya. Kita bisa melihat bersama, bahwa di Sulut kita punya panas bumi dan PLTS terbesar di Indonesia, di mana sudah menyumbang sebesar 60% listrik untuk kebutuhan masyarakat dan ini juga menjawab Indonesia bisa bertransisi, mulai dari Sulut,” imbuhnya.
Kemudian, Josua, menampilkan beberapa peran yang sudah dilakukan oleh DEM Sulut dalam memperhatikan beberapa desa di Sulut, untuk diberikan pasokan listrik yang ramah akan lingkungan.
Sedangkan Kabiro iNews Manado, Arthur Loupatty , membagikan pengetahuannya tentang broadcast pada karya liputan TV.
“Teman-teman punya keahlian, tinggal bagaimana mengimplementasikan di lapangan, apalagi menjadi seorang broadcast, editing, dan sebagainya,” jelas Arthur, yang juga Alumni dari Kampus Polimdo.
Dia juga berharap, ada dari lulusan Polimdo yang bisa menggantikan posisinya, dikemudian hari. “Saya sudah menyampaikan kepada Kajur, jika ada yang mau magang, saya siap untuk melatih dan membimbing adik-adik mahasiswa, ketika mereka sudah lulus dan mau mendaftar lagi, ketika dinilai kinerjanya bagus akan direkrut kembali.”
“Kalau mau menjadi bagian dari Perusahaan TV, pilihlah TV yang benar-benar baik, supaya bisa memberikan pembelajaran yang terbaik buat adik-adik semua, apalagi per-hari ini semua sudah serba canggih, bisa menggunakan berbagai merek handphone, baik itu dalam pengambilan video dan sebagainya,” tambahannya.
Kajur Elektro Polimdo, Marson Budiman, ketika mau menutup acara kuliah umum mengatakan bahwa akan ada kuliah umum berkelanjutan dengan ketambahan pematerinya, yakni dari pihak Pertamina, dan pemateri yang ada ini sekiranya akan lebih ke prakteknya. “Di sini ada Alumni Bapak Arthur untuk kiranya bisa memberikan pembelajaran langsung di lapangan.”
“Begitupun dengan DEM Sulut ke depannya kita akan MOU, mengingat akan ada program-program bersama yang akan dilaksanakan ke depannya,” tuturnya.
Bahkan ke depannya, lanjut Marson, tahapan magang atau PKL akan dilakukan selama setahun, mengingat ada beberapa instansi masih memerlukan tenaga adik-adik yang benar-benar dilatih dengan kondisi industri. “Kata mereka kalau hanya 6 bulan tidak berasa, dan ini menjadi evaluasi bagi kami, dan kirannya ke depannya bisa diterapkan dalam setahun, agar benar-benar anak-anak dibentuk di industri.”
Sedangkan peserta kuliah umum, Preisilia Sariowan, ketika diwawancarai mengatakan semua pengetahuan sangat baik, dan berharap ke depannya bisa langsung praktek di lapangan, seperti broadcast.
“Begitupun dengan pemahaman adanya energi terbarukan, kirannya ini juga bisa kami pahami, supaya ke depannya bisa diterapkan pada pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post