Sangihe, Barta1.com – Suasana haru masih menyelimuti Dusun Bulude, Kampung Barangkalang, usai banjir bandang melanda kawasan tersebut pekan lalu. Jumat (2/05/2025) Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari turun langsung meninjau kondisi lapangan, memastikan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Didampingi Asisten I Pemerintahan Johanis Pilat, Asisten II Setda Sangihe Gregorius Londo, serta sejumlah kepala dinas terkait, Bupati meninjau langsung sejumlah titik terdampak, termasuk dapur umum yang dibuka oleh Dinas Sosial, serta lokasi pendangkalan sungai yang menjadi penyebab utama banjir meluap ke permukiman warga.
“Pemerintah daerah harus hadir setiap kali terjadi bencana, apalagi ini menyangkut aliran sungai yang keluar dari jalurnya,” tegas Thungari dalam keterangannya kepada wartawan.

Pemerintah daerah disebut sudah menyiapkan sejumlah langkah penanganan cepat, mulai dari pembukaan dapur umum selama tiga hari, layanan kesehatan, pemasangan bronjong di titik tanggul yang rusak, hingga proses pengecoran jalan yang rusak akibat terjangan air. Namun, tantangan utama kini ada pada normalisasi sungai yang memerlukan kajian teknis.
“Elevasi sungai cukup tinggi dan kondisinya sempit. Kalau salah penanganan bisa memperparah situasi. Maka kita butuh tim teknik untuk memastikan normalisasi dilakukan dengan tepat,” jelas Thungari.
Di tengah kondisi geografis Kampung Barangkalang yang bergantung pada aliran sungai, Bupati juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem. Ia meminta kelompok rentan seperti lansia segera diungsikan ke titik aman jika terjadi peningkatan debit air.
Sementara itu, Kapitalaung Kampung Barangkalang, E.F. Frangky Siri, menyampaikan bahwa banjir bandang menyebabkan kerusakan signifikan. Tercatat satu rumah warga mengalami rusak berat, tiga lainnya rusak ringan, serta pagar gereja ikut tersapu arus. Satu kelompok budidaya ikan air tawar juga dilaporkan mengalami kerusakan total.
“Kolam-kolam masih kami data. Banyak alat dapur dan pakaian warga hanyut karena banjir datang tiba-tiba,” ujar Siri.
Respons cepat juga datang dari aparat desa. Saat bencana terjadi, tim kampung segera menyalurkan sembako, membentuk dapur umum, serta mengevakuasi lansia ke gereja dengan pendampingan perawat desa. Bantuan dari Pemkab Sangihe, BPBD, Dinas Sosial, Polri, serta sejumlah tokoh masyarakat dan institusi, telah masuk untuk mempercepat pemulihan.
Dari sisi logistik, bantuan makanan terus disalurkan dari dapur umum yang dikelola bersama oleh Dinas Sosial, Gereja, serta Dinas Perikanan yang bahkan menyuplai 1.200 ekor ikan.
Pemerintah menargetkan pemulihan dasar seperti perbaikan infrastruktur dan bantuan logistik rampung dalam minggu ini. Fokus selanjutnya adalah penanganan teknis terhadap sungai agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post