Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Tim Penggerak PKK menggelar kegiatan penanaman pohon (reboisasi) di Kampung Kuma, Kecamatan Tabukan Tengah, sebagai bagian dari implementasi Program Kerja 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe serta mendukung program kerja TP PKK Kabupaten.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dan Ketua Tim Penggerak PKK, Chery Thungari-Soeyoenus, Wakil Ketua TPPKK, Agnes Bulahari Walukow, bersama sejumlah pejabat teras di lingkungan pemerintah daerah dan pengurus TP PKK Kabupaten.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi ke-6 dalam program Sapta Membara, yaitu mewujudkan pengelolaan sumber daya alam secara strategis guna menjamin kelestarian lingkungan hidup serta sebagai langkah mitigasi bencana.
“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari program 100 hari kami, yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Daerah aliran sungai di wilayah ini sering mengalami banjir. Maka, reboisasi menjadi solusi penting, baik untuk mencegah banjir maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Bupati.
Sebanyak 250 pohon ditanam di lokasi tersebut, menjadikannya sebagai salah satu aksi lingkungan terbesar dalam program 100 hari pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.
Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk Camat Tabukan Tengah, pemerintah Kampung Kuma Induk, jajaran TNI dan Polri, serta para pengurus TP PKK yang turut mendukung dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih untuk semua pihak. TNI dan Polri juga punya program ketahanan pangan, dan keterlibatan mereka di sini menunjukkan sinergitas kita yang kuat. Ini adalah bukti nyata bahwa menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan bisa berjalan berdampingan untuk memperbaiki masa depan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Thungari menekankan pentingnya nilai dan skala dalam setiap kegiatan yang melibatkan kepala daerah. Ia menyatakan bahwa kehadiran bupati atau wakil bupati harus sepadan dengan dampak dari kegiatan tersebut.
“Kalau hanya menanam lima atau sepuluh pohon, cukup kepala dinas atau kepala desa yang hadir. Tapi karena hari ini jumlahnya 250 pohon, ini sangat layak untuk dihadiri langsung oleh bupati dan wakil bupati. Saya apresiasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang telah menggagas kegiatan berskala seperti ini,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari aksi-aksi berkelanjutan dalam upaya pelestarian lingkungan di Kepulauan Sangihe. Reboisasi ini bukan hanya simbol dari kepedulian pemerintah terhadap ekosistem, tetapi juga panggilan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga alam dan meningkatkan kualitas hidup.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post