Manado, Barta1.com – Pasca Kota Manado dilanda banjir selama 2 hari, yakni Jumat – Sabtu (21-22/03/2025). Secara bersamaan, terlihat nilai sosial dari berbagai pihak, baik itu Pemerintah, Komunitas, lembaga dan masyarakat secara umum turut empati sekaligus bergotong-royong dalam membantu, para keluarga yang terdampak.
Begitupun yang dilakukan oleh Aldi Sinatrya, Keterwakilan GMPA Panthera Pardus bersama rekan – rekannya dari PPAB Everst dan KMPA Tansa, yang keesokan harinya pasca hujan redah langsung mengunjungi lokasi banjir tepatnya di Kampung Tela, Kelurahan Mahawu, Kota Manado, Minggu (23/03/2025).
“Sewaktu kami sampai di lokasi banjir. Kondisinya, sangat memprihatikan, di mana banyak rumah warga yang rusak karenakan diterpa banjir selama dua hari berturut – turut,” ungkap Aldi.
Setelah melihat-lihat (observasi), secara bersamaan antar organisasi pecinta alam langsung bersama – sama bergotong – royong membantu masyarakat setempat membersihkan rumahnya, yang dipenuhi sampah dan lumpur.
“Saat membersihkan rumah warga sambil juga berbincang – bincang dengan warga setempat, kata mereka bahwa ini sudah yang keempat kalinya terjadi banjir di tahun 2025, dan ini cukup parah, bahkan ada beberapa warga mungkin masih trauma dengan banjir 2014, yang lalu,” terangnya.
Pada saat pembersihan itu, kurang lebih menguras waktu dan tenaga selama 3 sampai 4 jam, dan di sana sangat kekurangan perlengkapan kebersihan, seperti sket, sapu, sekop, cangkul dan air bersih untuk mengepel lantai.
“Melihat hal ini saya ingin memberikan pesan kepada Pemerintah, kirannya dapat bersama – sama bergotong – royong dalam membersihkan dan mencari solusi, agar persoalan yang dirasakan masyarakat Mahawu cepat teratasi. Hal ini, bukan hanya kepentingan politik atau mengumbar janji-janji, yang diduga tidak sesuai dengan realita yang terjadi,” tegasnya.
Diakhir statemennya, Aldi menghimbau masyarakat setempat untuk tetap berhati-hati dan terus menjaga kesehatannya, serta sangat disayangkan kepada beberapa oknum kepolisian, saat di lokasi terlihat sekitar pukul 13. 00 hingga 14. 00 Wita, mereka hanya terlihat berfoto saja, kurang membantu warga yang saat itu sedang melakukan pembersihan. “Padahal saat itu, masih banyak yang membutuhkan pertolongan, untuk membersihkan rumah-rumah mereka,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post