Sangihe, Barta1.com – Kurang lebih 13 tahun jalan Provinsi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, tepatnya di Kecamatan Manganitu Selatan (Mangsel) hingga kini tidak diperhatikan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Hal demikian pun terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu, (20/3/2019) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati. Tokoh muda Sangihe Paulus Theodorus Sosrony Serang atau yang biasa disapa Rony Serang mempertanyakan kondisi jalan tersebut kepada perwakilan Provinsi Sulut yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya BAPPEDA Sulawesi Utara, Dra. Feibe Rondonuwu, M.Si.
Menurut Serang, pemerintah Provinsi seharusnya serius memperhatikan masyarakat yang ada di wilayah perbatasan NKRI, pasalnya sudah belasan tahun masyarakat Manganitu Selatan diperhadapkan dengan kondisi jalan yang seharusnya tidak layak bahkan membahayakan.
“Keselarasan membangun dari pinggiran sesuai dengan program Presiden Jokowi, haruslah dinyatakan bagi masyarakat Sangihe. Jangan terkesan ada pembiaran. Informasi yang saya dapatkan, pengaspalan terakhir itu tahun 2005, kalau tidak salah. Jadi tolonglah, sampaikan ke pemangku kebijakan di Provinsi, perbaiki segera jalan provinsi dari kampung Laine sampai Ngalipaeng,” ungkap Serang dengan tegas.
Menanggapi itu mewakili pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kabid, Feibe Rondonuwu, mengungkapkan aspirasi itu akan dibawanya ke penentu kebijakan. Demikian juga Rondonuwu mengatakan bahwa peran Kepala Dinas PU Sangihe juga perlu menyampaikanya ketika ada pertemuan di forum Dinas Pekerjaa Umun.
“Nanti kami teruskan ke Dinas PU. Di sini kalau ada Dinas PU juga, pada saat konsultasi perangkat daerah, ada forum perangkat daerah dengan dinas PU, bisa langsung disampaikan. Karena yang saya tau, setiap perangkat daerah yang ada di Provinsi, punya forum dan mengundang perangkat daerah di Kabupaten ,” Kata Rondonuwu. (*)
Peliput : Rendy Saselah

Discussion about this post