• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Masyarakat Serukan Penolakan Reklamasi Manado Utara di DPRD Sulut, Ini Alasannya

by Meikel Eki Pontolondo
8 Oktober 2024
in Politik
0
Massa aksi menolak reklamasi Manado Utara di Gedung DPRD Sulut. (Foto; istimewa).

Massa aksi menolak reklamasi Manado Utara di Gedung DPRD Sulut. (Foto; istimewa).

0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Perjuangan masyarakat menolak reklamasi Manado Utara terus dilakukan. Hal itu dibuktikan, Ketika melakukan akasi di 3 lokasi berbeda, yakni Polda Sulut, Kantor Gubernur Sulut dan DPRD Sulut, senin (07/10/2024).

Salah satu orator, Restin Bangsuil, yang juga mewakili kaum perempuan mengungkapkan. “Kami mewakili masyarakat pesisir Manado Utara, hingga kepulauan, menolak keras adanya reklamasi. Kami tidak butuh pembangunan yang tidak pro-rakyat.”

“Kami tidak butuh pembangunan, yang dibutuhkan adalah nelayan yang aman, serta masih melihat alam yang diciptakan Tuhan tetap asri, bukan melihat pembangunan yang tidak masuk di akal,” tegasnya.

Senada dengan Restin Bangsuil, Meiske Sarawun menyampaikan unek-uneknya.
“Saya istri nelayan dari karangria, untuk reklamasi itu sangat menyusahkan masyarakat, apa lagi bagi kami menghidupi anak-anak untuk bersekolah yang bergantung dengan hasil laut. Program pemerintah anak harus pintar dan sekolah, bagaimana program itu mau berjalan, jika mata pencaharian kami ditambung atau dirusaki.”

Tak sampai di situ saja, Meiske kemudian menceritakan bagaimana ia dan perempuan lainnya berjuang agar lokasi mata pencaharian suami mereka untuk tidak di reklamasi.

“Ketika kami menolak adanya pembangunan dan menjadi korban dari pengawal Pemerintah, namun kami yang dilaporkan, kenapa seperti itu yah” singkatnya.

Meiske kembali mempertanyakan slogan dari pemerintah yang selalu menggaungkan Sulut maju, namun tidak memperhatikan lingkungannya.

“Jika berbicara lingkungan hidup, Ada tumbuhan (batata) Pantai, namun itu dirusaki, dikasih racun. Sedangkan tanaman tersebut adalah obat, orang yang lumpuh setelah merendamkan kakinya di Pantai, kemudian mengambil tumbuhan tersebut untuk digosok dikedua  kakinya,” jelasnya.

Meiske juga berpesan kepada seluruh anggota DPRD agar mau melihat kondisi mereka yang ada di pinggiran pantai Manado.

Begitu pun dengan Bernad theydemans, yang menceritakan bagaimana dirinya harus berhadapan dengan preman demi mempertahankan pantai yang menjadi tumpuan hidup.

“Preman-preman datang baradu mulut dengan Ibu-Ibu., sehingga saat itu kami juga menyampaikan kepada preman-preman tersebut, agar mereka kembali ke rumahnya untuk menggunakan rok (pakaian perempuan),” tutur perempuan berhijab tersebut.

Menurutnya, bahwa preman tersebut diduga  hasil kerja sama dengan PT Manado Utara Perkasa (MUP), karena menurutnya PT MUP sudah membayar mereka.

“Kemudian ketika surat dari DPRD ditunjukan kepada mereka (pihak preman), katanya sudah kadaluarsa, saya berpikir hanya makanan dan minuman saja yang bisa kadaluarsa, ternyata surat juga bisa kadaluarsa,” pungkasnya.

Diketahui, yang menerima aksi dari para pendemo ada beberapa anggota DPRD Sulut, mereka adalah Amir Liputo, Jeane Laluyan, Pricilia Londong dan Louis Scrham. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Demo penolakan reklamasi ManadoDPRD SulutMeiske SarawunRestin Bangsuil
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Situasi Paripurna DPRD Sulut. (Foto; meikel/barta)

Gelar Paripurna, DPRD Sulut Umumkan Pimpinan dan Struktur Fraksi Periode 2024-2029

Discussion about this post

Berita Terkini

  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026
  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Akui Kekosongan Obat, Sebut Dampak Transisi Pengadaan 29 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Gandeng Dekopinda untuk Menata Usaha di Lingkungan Rumah Sakit 29 April 2026
  • Menyiapkan Generasi Vokasi di Era Digital: Kuliah Umum Polimdo Angkat Isu Digital Marketing dan Keuangan Praktis 29 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In