Tagulandang, Barta1.com – Gunung Ruang, yang berada di Kabupaten Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, telah mengalami penurunan status dari level IV atau status “awas” menjadi level III atau “siaga”. Hal ini diumumkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada hari ini.
Hendra Gunawan, Kepala PVMBG, menjelaskan bahwa penurunan status Gunung Ruang ini didasarkan pada evaluasi yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas gempa vulkanik. “Gempa vulkanik cenderung rendah lebih didominasi oleh gempa tektonik yang diperkirakan pengaruh dari subduksi Sulawesi Utara dan subduksi ganda di Laut Maluku,” tulis Hendra dalam laporan evaluasi yang dirilis pada Senin (13/5/2024).
Data yang dicatat oleh PVMBG dari tanggal 1 hingga 12 Mei 2024 menunjukkan penurunan aktivitas, dengan hanya dua kali gempa erupsi, serta jumlah gempa vulkanik dan tektonik yang menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Pada hari ini, 13 Mei 2024, PVMBG mencatat adanya penurunan aktivitas gempa, dengan hanya satu kali gempa hembusan, satu kali gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan amplitudo dominan sebesar 2 milimeter.
Meskipun demikian, PVMBG tetap mengingatkan bahwa Gunung Ruang masih memiliki potensi bahaya erupsi, termasuk lontaran material pijar dan paparan abu vulkanik. Hendra juga menegaskan pentingnya agar masyarakat di sekitar Gunung Ruang tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah aktif.
Selama periode pengamatan visual dari 3 hingga 12 Mei 2024, Gunung Ruang terlihat jelas meskipun kadang-kadang tertutup kabut. Suhu udara berkisar antara 20 hingga 32 derajat Celsius, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, timur selatan, dan barat. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas yang bervariasi.
PVMBG akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ruang dan memberikan pembaruan secara berkala kepada masyarakat.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post