Sitaro, Barta1.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., menepis informasi yang beredar melalui media sosial ataupun pesan elektronik terkait adanya tsunami dan keruntuhan Pulau Tagulandang yang akan terjadi pada 3-5 Mei 2024 sebagai berita bohong. Dalam keterangannya dia menegaskan agar masyarakat tidak terpancing dan mencari informasi melalui lembaga yang berwenang.
“Dengan kondisi saat ini, informasi mengenai tsunami atau pulau akan patah tidaklah benar. Hal ini berdasarkan laporan dari lembaga yang berwenang dan didasarkan pada pengetahuan ilmiah serta penggunaan peralatan yang tersedia,” ujar Suharyanto, Sabtu (4/5/2024).
Meski demikian, dia menjelaskan bahwa status waspada di sekitar radius 5-6 km adalah standar operasional prosedur (SOP) yang mengharuskan evakuasi penduduk. Saat ini, hampir 6000 orang telah dievakuasi dari Pulau Tagulandang, dengan fokus evakuasi terutama pada Pulau Ruang.
Dia juga mengatakan jika status gunung telah kembali ke tingkat waspada, proses pemulihan dan pemulangan penduduk akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah pusat akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat Pulau Tagulandang yang terdampak.
“Jadi kerusakan ringan pada beberapa rumah akibat terkena batu vulkanik, pemerintah akan memberikan bantuan material, seperti seng, dan konsep bantuan rumah rusak ringan sebesar 15 juta per kepala keluarga, ” Kata dia.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia juga telah mengklarifikasi informasi tersebut melalui media sosialnya, menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mereka menyerukan tindak lanjut dari pihak berwenang terhadap penyebar informasi yang meresahkan masyarakat.
Informasi terakhir yang disampaikan oleh Pj. Bupati Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Joi E B Oroh. Evakuasi hingga saat ini telah melibatkan sekitar 6 ribu orang keluar dari Tagulandang, sementara sekitar 4 ribu orang masih tinggal di pulau tersebut.
“Upaya penanganan akan difokuskan pada pengungsi lokal dengan memberikan bantuan tempat tinggal sementara dan logistik yang dibutuhkan, ” Kata oroh. (*)
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post