Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada Rabu, 3 April 2024 diberi judul: Jangan Takut, Kristus Sudah Bangkit sesuai bacaan Matius 28:5-6.
Gempa bumi yang hebat diikuti turunnya malaikat Tuhan dari langit secara tiba-tiba, sangat mengejutkan semua orang di sekitar kubur Yesus. Apalagi kemudian disusul turunnya malaikat Tuhan dari langit kemudian menggulingkan batu yang menutup kubur Yesus lalu duduk di atasnya. Baik Maria Magdalena dan Maria yang lain maupun para pengawal atau prajurit Romawi, ketakutan. Para prajurit sangat gentar dan pucat seperti orang mati. Mereka juga kaget, bingung dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Malaikat Tuhan tentu tahu apa yang dialami dan dirasakan secara khusus oleh Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, Salome. Karena peristiwa ini tak dalam pikiran atau perkiraan mereka. Apalagi para perempuan itu memang bermaksud hanya menjenguk mayat Yesus dan merempah-rempahi mayat-Nya. Yang terjadi ternyata sebaliknya. Batu besar sebagai pintu kubur Yesus terguling. Mayat Yesus sudah tidak ada. Itulah yang membuat perasaan mereka kacau, heran tapi tak berdaya. Antara takut dan bahagia. Malaikat Tuhan tahu itu.
Kepada perempuan-perempuan itu, Malaikat Tuhan mengatakan jangan takut. Karena sesungguhnya itu adalah kabar gembira sekaligus kabar baik, bahwa Yesus sudah bangkit. Yesus yang mereka cari tidak mati. Kuasa kematian telah dimatikan oleh Yesus dalam kebangkitan-Nya dari antara orang mati, pada hari ketiga sesudah kematian-Nya. Yesus yang disalibkan dan mati dikubur, hidup kembali. Dia sudah bangkit mengalahkan maut. Kubur telah kosong. Karena Yesus sudah hidup kembali. Dia sudah bangkit seperti yang Dia jelaskan kepada semua orang. Bahwa Dia akan mati, namun pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
Malaikat mengatakan jangan takut. Sebab kubur kosong itu tandanya Yesus sudah tidak ada di situ. Yesus sudah bangkit. Itulah yang berulang-ulang Dia sampaikan kepada para murid-Nya dan orang banyak. Yesus juga sudah mengajarkan bahwa Dia memang akan menderita sengsara, disalib, mati dan dikuburkan. Namun, tidak cuma sampai di situ. Justeru lanjutannya yang paling penting dari segalanya, yakni kebangkitan-Nya.
Ketika para perempuan mendengar itu, bersukacitalah mereka. Mereka sangat berbahagia dan terharu dengan kabar bahwa Yesus sudah bangkit. Jadi, makna dari “jangan takut,” adalah karena kebangkitan Yesus menghilangkan rasa takut. Karena kebangkitan Kristus adalah kemenangan bagi semua orang percaya. Juga sebagai jaminan kehidupan yang penuh berkat, aman, nyaman dan tenang di bumi serta selamat bahagia di sorga mulia bersama-Nya. Inilah yang melenyapkan rasa takut kita, karena Kristus sudah bangkit.
Hal yang lebih penting lagi adalah, kemenangan atas kebangkitan Kristus ini bukanlah untuk Kristus. Tetapi untuk kita. Kristus adalah Tuhan, maka dengan sendiri-Nya Dia adalah Sumber dan pemilik Kemenangan. Jadi, kemenangan Kristus terutama adalah kemenangan untuk umat manusia. Itulah sebabnya, malaikat Tuhan mengatakan jangan takut. Sebab Tuhan sudah menjamin kehidupan kita, asal kita bertobat dan mau hidup sesuai kehendak-Nya, sehingga kita menikmati kemenangan dalam kebangkitan Kristus.
Kita patut bersyukur memiliki Allah yang hidup. Karena kasih-Nya yang besar, agung dan sempurna, Dia rela turun menjadi manusia, turut merasakan penderitaan sebagai manusia biasa. Dia rela disiksa, dianiaya bahkan disalib, sampai mati dan dikuburkan. Namun kuasa maut tidak menguasai-Nya. Karena Dia bangkit dari kematian-Nya, mematikan kuasa kematian, dan menjadikan hidup kita lebih hidup lagi. Bahkan lebih dari hidup. Karena dengan kebangkitan-Nya, kita bukan hanya menikmati hidup yang sementara di dunia, tetapi akan memiliki hidup yang tidak akan mati lagi bersama-Nya dalam kekekalan. Itulah keuntungan yang melebihi apapun juga jika kita memiliki Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
Demikian firman Tuhan hari ini: Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring, (ayat 5-6).
Tuhan Yesus telah melakukan segalanya untuk kebaikan kita. Dia rela menyerahkan nyawa-Nya untuk keselamatan kita. Tetapi Dia bangkit dari antara orang mati untuk memenangkan dan menenangkan umat manusia yang percaya pada-Nya.
Sebagai umat yang paling beruntung (karena memiliki Yesus sebagai Tuhan), kita harus hidup berkenan dan menyenangkan Tuhan. Lakukan yang baik, wujudkan kasih. Jangan takut. Sesungguhnya hidup kita aman, nyaman dan damai dalam naungan kepakkan kasih sayang-Nya yang sempurna. Karena Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Terpujilah nama Kristus selamanya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post