Bolmut, Barta1 com – Pentingnya memaknai Pancasila yang menjadi dasar bernegara sekaligus cara pandang warga negara Indonesia menjaga persatuan di tengah perbedaan merupakan kekuatan bangsa yang penuh kemajemukan.
Hal itu, dikatakan anggota DPRD Sulut, Ir Julius Jems Tuuk saat menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Desa Sidodadi, Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (27/2/2023).
“Kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan saat ini tidak lepas dari peran para tokoh-tokoh bangsa yang memiliki komitmen mempersatukan Negara Kesatuan RI yang terdiri dari berbagai suku, agama maupun adat istiadat,” ungkap Tuuk.
Bahkan menurutnya, jauh sebelum diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, para pemuda dari berbagai daerah telah mencetuskan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
“Ada tiga poin yang berhasil dicetuskan para pemuda kita melalui Sumpah Pemuda yaitu, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” kata legislator Dapil Bolmong Raya ini.
Hal senada disampaikan Rektor Sekolah Tinggi Multicom Kotamobagu, Supit Mamuaya, selaku narasumber dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Pancasila memiliki nilai spiritual yang menjadi salah satu pedoman utama yang dituangkan dalam sila pertama. “Apa sebab, dalam sila pertama Pancasila ‘Ketuhanan yang Maha Esa’ para pendiri negeri ini telah memikirkan kepentingan seluruh rakyat yang memiliki keyakinan agama berbeda-beda sehingga ditempatkan paling nomor satu,” jelas Mamuaya.
Di sisi lain, lanjut Mamuaya, implementasi Pancasila dalam perkembangannya terkait konsep ketahanan pangan dapat menciptakan terobosan bagaimana menciptakan petani mandiri dalam menghadapi tantangan keterbatasan subsidi pemerintah dalam hal ketersediaan pupuk maupun bibit tanaman. “Wawasan kebangsaan dalam konsep ketahanan pangan untuk menciptakan terobosan teknologi pertanian melalui pupuk organik, ” tandasnya.
Dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini, dilakukan sosialisasi bagaimana cara membuat pupuk organik oleh Pakar Pertanian Prof Robyn Mamengko. “Bela negara juga bisa kita implementasikan dengan menjaga ketahanan pangan melalui penggunaan pupuk organik, ” kunci Robyn. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan warga Suka Makmur dan Desa Pangkusa.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post