Manado, Barta1.com — Selain menggeluti seni lukis dan musik, Sanni Renti Labani adalah pelopor karikatur jurnalistik terkemuka di Sulawesi Utara. Bahkan pernah menjurai lomba karikatur jurnalistik Indonesia.
Karikatur jurnalistik adalah genre jurnalistik yang menafsirkan berita dalam bentuk grafik dan disintesis, dengan sudut pandang kritis. Tujuannya adalah untuk berkomunikasi dengan humor, ironi atau sarkasme fakta atau peristiwa yang bersifat politik, sosial ekonomi.
Sejak tahun 1987 hingga 1992 Sanni Renti Labani berkerier di Harian Cahaya Siang, sebuah media masa yang terbit di Manado dengan jumlah oplah yang besar ketika itu. Ia bekerja sebagai pembuat karikatur untuk terbitan setiap harinya.
Antara tahun 1987 hingga 1992 itulah Sanni Renti Labani telah melahirkan ribuan karya karikatur jurnalistik dan sekaligus menempatkannya sebagai tokoh karikatur termuka di Sulawesi Utara. Pada tahun itu pula, ia menjurai lomba karikatur Kamtibmas yang diselenggarakan POLRI.
Setiap karya karikatur adalah representasi realitas yang berlebihan atau terdistorsi. Dengan karikatur jurnalistik karyanya Sanni Renti Labani berupaya menangkap perhatian cepat dari sejumlah besar orang (pembaca media) dengan tanpa harus membaca artikel berita atau artikel koran, dapat memahami pesan tersebut..
Sanni Renti Labani, lahir di Jakarta, 21 Februari 1967. Menggeluti hobi melukis sudah sejak Taman Kanak-kanan dan seterusnya hingga kini. Ia belajar melukis tanpa pembimbing.
Pada tahun 1985, dari Jakarta ia merantau ke Kota Bitung, Sulawesi utara untuk mengadu nasib. Sempat bekerja di sebuah toko di Girian, Bitung. Tak lama kemudian ia pindah ke Manado dan bekerja di Koran Harian Cahaya Siang di bagian lay out dan grafis. Kemudian ia dipercayakan membuat karikatur untuk terbitan tiap hari.
Di dunia musik, Sanni Renti Labani sebagai drummer. Meski aktif di musik hingga sekarang, ia tidak meninggalkan basic-nya di bidang seni rupa. Selain telah malang melintang di dunia entertainment hingga sekarang, Sanni Renti Labani masih aktif dalam beberapa berpameran lukisan bersama para pelukis Sulawesi Utara.
Ia pelukis aliran realis yang gemar melukis pemandangan alam, benda, manusia dan bintang. Sejumlah karya lukisannya terutama dengan obyek kuda telah dikoleksi para kolektor lukisan.
Sejumlah pameran lukisan yang pernah diikutinya di antaranya: Pameran Lukisan Bersama Tahun 1995 di Taman Budaya Sulut. Pameran di Hotel Centuri tahun 1996. Pameran di Hotel Ritzy tahun 2001.
Pada tahun2002 ikut pameran lukisan di Megamall, Manado. Pameran di Hotel Kawanua Manado pada tahun 2005. Tahun 2021 Dinas Kebudayaan Sulut. (*)
Penulis: Iverdixon Tinungki


Discussion about this post