Manado, Barta1.Com — Workshop Implementasi Kurikulum 2013 yang bergulir Kamis (29/11/2018) hingga Jumat (30/11/2018), telah membawa pencerahan bagi pesertanya, guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta se-Manado.
“Esensi kurikulum 2013 adalah mengembalikan pendidikan ke arah yang sebenarnya, yakni yang mengutamakan pembentukan kepribadian dan ahklak mulia,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado Jongke Magonta, Jumat, pada peserta workshop di Hotel Sahid Kawanua.
Jongke berbicara mewakili Kepala Dinas Dikbud Manado, Daglan Walangitan MPd, sekaligus menutup kegiatan tersebut. Peserta yang telah mengikuti workshop dinilainya telah siap mewujudkan pendidikan bermutu untuk peserta didik.
Kepala UPTD Dikbud Jefry Sambur menyambung, faktanya masih relatif banyak guru yang kesulitan mengimplementasi kurikulum 2013 dengan baik. Sehingga bagi dia, guru sendiri lah yang perlu mulai mengubah mindset dan memahami hakikat kurikulum itu sendiri.
Juga instruktur kegiatan, Joy Ondang, menyatakan, apapun perubahan kurikulum yang diterbitkan pemerintah pusat bila guru mampu memahaminya maka tak akan menemui kesulitan berarti.
“Tentu guru mudah menyesuaikan dan menerapkannya dalam proses pencapaian tujuan belajar dan mengajar,” tandas Joy.
Menyangkut Kurikulum 2013, kata Debby Mokalu, salah satu peserta, sejatinya menggunakan pendekatan berbasis proses keilmuan.
“Dari workshop dua hari ini kami peserta bisa semakin memahami bahwa metode saintifik dalam penerapan kurikulm didasari mengamati persoalan dan identik dengan sifat jujur, kritis, amanah, valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata pengajar di SMP Negeri 7 Manado itu.(*)
Penulis: Albert P. Nalang


Discussion about this post