Manado, Barta1.com – Siapa pun orang tua akan mati-matian menghidupkan anaknya. Apalagi jika anak itu terlahir berkebutuhan khusus.
Malam cukup dingin. Wanita kalem itu masih setia mengantar pelanggannya. Ditemani hujan rintik sejak sore hari dengan berjaket hijau berpadu hitam, Friscilla Waani (46) menembus malam menyelesaikan tugas sebagai driver Gojek.
Memilih pekerjaan driver Gojek bukan kebetulan. Raut wajah mulai berkerut menunjukkan bahwa dia bukan muda lagi tapi tak ada pilihan lain bagi Friscilla Waani berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk dua anak laki-laki kembarnya berusia 12 tahun.
Anak tertua, Michael Waani, kini bersekolah di SMP Advent Kairagi Manado yang setiap semesternya meronggoh kocek Rp 1,2 juta. Itu bukan uang sedikit. Yang paling membutuhkan perhatian dan biaya besar adalah Migel Waani yang sampai saat ini masih berdiam di rumah, karena masih mencari-cari sekolah cocok untuk anak berkebutuhan khusus.
“Saya awalnya sebagai leader di sebuah perusahan kosmetik dan karyawan travel. Driver Gojek hanya sampingan saja. Kemudian saya memutuskan bekerja fuul sebagai driver Gojek ,” ujar Friscilla ditemui di salah satu rumah makan, di Jalan Raya Politeknik Manado, Sulawesi Utara, Rabu (27/10/2021) pukul 24.30 WITA.
Perempuan yang sudah menjanda kelahiran 25 September 1975 ini mengatakan bekerja sebagai driver Gojek sejak tahun 2017. “Praktis dalam sebulan saya harus punya uang di atas Rp5 juta membiayai kehidupan keluarga,” katanya.
Puji Tuhan, sambung dia, dari driver Gojek kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Penghasilan sehari terendah Rp200 ribu dan tertinggi biasanya sampai Rp400 ribu. Mulai bekerja dari jam 7 pagi sampai larut malam.
Ia bercerita dalam membiayai kebutuhan sehari-hari tak hanya dua anak kembarnya, namun juga untuk adiknya Andrew Waani (30) dan ibunya, Tilly Waan yang berusia 80 tahun.
Kopi susu menemani perbincangan malam itu yang sesekali diwarnai canda tawa, karena dia terharu menceritakan lika-liku hidupnya.
“Jika umur seperti ini, saya merasa ingin beristirahat dari driver Gojek yang setiap harinya berhadapan dengan angin, hujan dan terik matahari. Tapi, apa mau dikata perjuangan hidup harus dilakukan. Ada banyak orang yang harus diperhatikan dan dibahagiakan. Namun, dengan hasil Gojek saya selalu bersyukur anaknya bisa sekolah dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi,” imbuhnya.
Umur bukanlah penghalang. Tetapi, semua tergantung dengan pikiran. Pikiranlah yang membuat setiap manusia itu sehat dan bersemangat. Ia kembali menyebut, sejak tahun 2019 hingga kini ia hanya fokus Gofood saja, dan tidak mengantar penumpang, mengingat umur yang tidak muda lagi. “Berbeda lagi, jika tahun 2017-2018 yang masih aktif mengantar penumpang,” kata Friscilla yang mengaku tak pernah malu menjadi driver Gojek.
Siang hari pukul 12.00 WITA hingga pukul 01.30 WITA menjadi aktivitas rutin Friscilla menjadi seorang driver Gojek. Waktu istirahat nanti pukul 02.00 WITA hingga 12.00 WITA, dan sudah menjadi aktivitas hariannya, tanpa mengenal waktu libur.
Perempuan yang sehari-hari tinggal di Perumahan Poligriya Indah, Kairagi II, Jalan Raya Politeknik Manado ini menyebutkan, aplikasi Gojek sudah tidak seperti dahulu lagi, yang dimana banyak bonus. Tapi, kali ini sudah tidak ada lagi. Hanya saja itu tidak saja penghalang, tetap semangat bekerja.
Jika bonus Gojek masih ada, pasti pendapatan sehari-hari bisa tertutupi untuk kebutuhan makan, pendidikan dan kesehatan. Sedangkan bonus untuk perawatan kendaraan yang digunakan. “Semoga bonus Gojek bisa dikembalikan lagi,” pesannya.
Akan tetapi, dengan kondisi sekarang Friscilla tetap bertahan dengan akun driver Gojeknya, apalagi disaat pandemi pendapatan menurun dimana masyarakat takut Covid-19. “Begitu pun sama Gojek. Syukurlah masih ada yang melakukan orderan walaupun mengunakan alat-alat bantu seperti plastik, dan tidak bertatap muka langsung. Dan pastinya pendapatan sangat turun. Setiap keadaan itu berbeda dengan sebelum adanya Covid-19,” katanya.
Meski begitu, Friscilla tetap bersyukur bisa bertahan dengan kesulitan yang ada, serta beban tunggakan-tunggakan bisa diselesaikan secara perlahan-lahan. “Prinsipnya tidak pernah berganti. Berharap dan terus berdoa. Baik pandemi maupun tidak semua tergantung yang Sang Khalik. Segala sesuatu harus dilewati dengan doa. Hidup ini, penuh pergumulan dan perjuangan dan kebutuhan sangat banyak, dan puji Tuhan terpenuhi,” ujarnya.
Pesannya, jadi perempuan jangan lemah, jangan cengeng, harus kuat, harus hadapi semuanya dengan percaya diri. Karena, semua sudah diatur oleh Tuhan.
Menarik, ternyata Friscilla dipandang sebagai panutan oleh driver Gojek lainnya. “Ibu Friscilla yang biasa kami sapa Mom Priscilla memang kami sengani di sini,” ujar Reimon Andilan (26), driver Gojek.
Mom adalah panutan semua driver online, dimana umur yang tidak muda namun selalu bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya sebagai driver Gojek. Dimana, seorang perempuan umur seperti dia sudah tidak bekerja izinkan bekerja lagi. “Ini menjadi pelajaran bagi kaum muda yang saat ini malas bekerja. Saya kira kita perlu belajar dari keteladanan Mom. Dengan Gojek bisa memenuhi kebutuhan dan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post