• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Awal 2022, Alat Perekam Perilaku Spesias Dipasang di Sulut

by Redaksi Barta1
1 Oktober 2021
in News
0
Awal 2022, Alat Perekam Perilaku Spesias Dipasang di Sulut

Monitoring penempatan BRUV di Desa Tarabitan oleh YAPEKA, Mudung Family, dan pemuda Tarabitan. (foto: efra wantah)

0
SHARES
218
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Minut, Barta1.com – Desa Tarabitan, Likupang Barat, Minahasa Utara menjadi lokasi pertama di Sulawesi Utara (Sulut) dilakukan penempatan alat BRUV. BRUV atau Baited Remote Underwater Video adalah penggunaan video bawah air berumpan yang digunakan dalam penelitian biologi kelautan merekam perilaku spesies, keragaman dan juga kelimpahan ikan atau organisme laut lainnya.

Koordinator Lapangan Sulawesi Utara Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (Yapeka), Efra Wantah, mengatakan BRUV merupakan perlengkapan perekaman yang diletakkan dalam air laut dengan waktu 72 jam. “Kamera pada alat itu akan merekam perilaku spesies, keragaman dan juga kelimpahan ikan baik pagi hari, siang maupun sore hari,” jelasnya.

Hasil dari survei ini adalah direkomendasikan 2 lokasi di Tarabitan dengan kedalaman 6 sampai 9 meter. “Sebelumnya menempatkan alat kita harus menemukan lokasi yang cocok dengan beberapa kriteria seperti substrat yang terendam sepanjang waktu, dekat dengan lamun, dan kondisinya mudah untuk diawasi,” tuturnya.

Efra menambahkan penelitian menggunakan teknik BRUV belum begitu banyak dilakukan khususnya di Sulut karena proses merangkai peralatan yang tergolong sulit dan membutuhkan biaya yang besar. “Ini merupakan teknologi yang tergolong baru yaitu pengamatan kehidupan bawah air dalam waktu yang lama,” ujarnya.

Sedangkan penempatan BRUV akan direncanakan pada awal bulan tahun 2022 untuk beberapa lokasi khususnya di Tarabitan, Bahoi dan Bulutui setelah sebelumnya telah melewati beberapa kali proses pelatihan penggunaan alat tersebut. “BRUV ini merupakan bantuan dari beberapa universitas dan lembaga penelitian di Inggris yang berpengalaman dalam penelitian kelautan dan nantinya peralatan ini akan diberikan ke Yapeka untuk digunakan di desa dampingan,” tambah Efra sembari berharap peralatan ini bisa menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat pesisir dan komunitas yang berkonsen pada kegiatan dalam laut.

Kedepannya BRUV akan diujicoba untuk beberapa kali, melihat apakah alatnya bekerja dengan baik, dan perlengkapannya bisa digunakan, dan jika itu bisa digunakan akan dicoba didalam waktu yang lama. “BRUV yang akan diujicoba di Sulut sebanyak 3 unit per desa,” ucapnya.

Ia pun berharap kedepannya dengan adanya teknologi yang baru ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, komunitas hingga pemerintah. “Kedepannya kiranya kita bisa bersama-sama dengan masyarakat untuk belajar pengunaan teknologi yang termasuk baru ini, begitu pun komunitas dan harapannya bisa bersinergi dengan pemerintah.”

Efra juga menyebut kegiatan akan terus dilakukan dengan bentuk kolaborasi yang didukung langsung oleh masyarakat, hingga lembaga dan komunitas yang tergabung dalam IKI Projects diantaranya, Dugong MOU, CMS, Federal Ministy For The Enverionment, Nature Conservation and Nuclear Safety, Blue Ventures, United Nations Environment Programme, dan didukung oleh masyarakat Tarabitan dan komunitas lokal Sulut Mudung Family. Diketahui kegiatan survei lokasi di Desa Tarabitan guna penempatan BRUV dilakukan pada Rabu (29/9/2021).

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Baited Remote Underwater VideoBRUVEfra WantahYapeka
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Kapten Sulut United Terkejut Sambutan di Kalteng

Kapten Sulut United Terkejut Sambutan di Kalteng

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Terumbu Karang: Penjaga Kehidupan Laut dan Kepentingan Dunia 25 April 2026
  • Tragedi Lalu Lintas di Manado: Bayi 5 Bulan dan Penumpang Tewas, Dua Pengemudi Jadi Tersangka 24 April 2026
  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026
  • Kasus Bantuan Bencana Gunung Ruang: GERAK Amati Surat Rekomendasi 6 Toko Bangunan 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In