Sitaro, Barta1.com – Tidak berbeda dengan daerah lainnya, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) adalah salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang turut terdampak pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).
Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah dengan menggerakkan seluruh sumber daya, potensi hingga anggaran untuk dimaksimalkan guna penanggulangan penyebaran virus yang mewabah secara global ini.
Dan tenaga medis khususnya dokter adalah salah satu sumber daya yang disiagakan dan dipersiapkan baik di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Tentunya, melayani pasien di tengah pandemi Covid-19 menjadi sebuah tantangan bagi para tenaga medis termasuk para dokter. Namun karena tuntutan tugas dan tanggungjawab, para pejuang kemanusiaan ini harus bertarung nyawa dalam melayani masyarakat.
Adalah dr Pirania Christy Tatipang, salah satu tenaga medis di PKM Sitim. Meskipun baru terhitung 4 bulan sebagai dokter magang di PKM Sitim, tapi telah mengambil bagian sebagai pelaku kemanusiaan ditengah pandemi. “Memang khawatir iya, tapi karena tugas dan tanggungjawab, harus dijalankan dengan penuh ketulusan,” tutur Dr Christy, pada Barta1.com Rabu (28/7/2021).
Menurut pandangan anak pertama dari 2 bersaudara, pasangan suami-istri, Gildehard B Tatipang dan Pine P Andalangi SPd ini, bahwa kondisi sekarang ini bukan lagi masalah profesi, tapi ini adalah sebuah panggilan hidup. “Ini bukan lagi soal profesi, tapi ini panggilan hidup,” tukas perempuan kelahiran Ulu Siau, 17 Mei 1996 ini.
Bahkan perempuan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini menceritakan bagaimana kondisi para tenaga medis yang berada dalam kondisi dilematis ketika bertugas, yang mana akan rentan terpapar Covid-19, ataupun ketika pulang setelah bertugas dikuatirkan akan membawa virus bagi anggota keluarga di rumah.
“Makanya sangat penting bagi kita semua untuk mendukung program pemerintah lewat Satgas Penanganan Covid-19 untuk vaksinasi. Termasuk menerapkan protokol kesehatan yakni mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan,” ajak dia.
Dalam bertugas, dokter cantik dari ‘Negeri 9 Bidadari’ Kampung Beong, Kecamatan Siau Tengah (Siteng) ini mengungkapkan, selain prokes, menjaga stamina dengan mengkonsumsi makanan sehat dan berpikir sehat terus dimaksimalkan. “Karena tugas ini adalah sebuah panggilan hidup. Maka senantiasa berdoa dan mengandalkan Tuhan juga tidak dilupakan,” katanya seraya menambahkan agar generasi muda khususnya tidak mudah percaya setiap informasi apalagi hoax serta bijak dalam bermedsos.
Penulis : Stenly Rein Mes Gaghunting


Discussion about this post