Sitaro, Barta1.com — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menargetkan 1500 vaksinasi khusus untuk pedagang. Hal ini mendapat antusias warga khususnya pedagang dan para tokoh masyarakat.
“Ini baik untuk kami selaku pedagang. Tentu selain untuk perlindungan diri, juga sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19,” tutur Bosman Zachawerus, salah satu pedagang di Siau, baru-baru ini.
Terkait dengan efek samping yang dirasakan setelah menerima suntikan vaksin Astrazeneca, pedagang asal Kampung Peling ini mengungkapkan hanya merasakan ngantuk.
“Tapi bersyukur tidak ada efek kronis,” ungkap dia.
Selain pedagang, sejumlah tokoh masyarakat juga memberi diri untuk divaksin, serta mengapresiasi kinerja pemerintah.
“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah, karena sudah peduli. Ini kan gratis dan kita sudah tidak mengeluarkan biaya untuk vaksin,” tukas Tokmas asal Siau Barat, Drs Alfret Janis.
Terpisah, Asisten I Setda Sitaro, Herry Lano, SE MM Math pada sejumlah wartawan mengatakan, pemerintah daerah berharap vaksinasi ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan masyarakat.
“Ini upaya kita bersama dalam memutus mata rantai Covid-19. Untuk pedagang sendiri memang perlu, karena mereka ini paling banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam hal transaksi jual beli,” kata Lano.
“Meskipun telah divaksin, bukan berarti kita sudah tidak mematuhi protokol kesehatan, tapi tetap mengikuti Prokes terutama menjalankan 3M, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak,” himbau dia. (*)
Peliput: Stenly Rein Mes Gaghunting


Discussion about this post