Manado, Barta1.com – Perihal bantuan bagi korban banjir di Kota Manado tahun 2014 kembali dipertanyakan legislator Sulut Dapil Manado, Yongkie Limen kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut dan Kota Manado.
Diketahui, sebelumnya Kepala BPBD Mando, Ronal Sambuaga menyampaikan bantuan korban banjir tahun 2014 itu diberikan secara kelompok untuk membangun rumahnya masing-masing di Pandu Cerdas. Dimana setiap kelompok berjumlah 10 kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak berat akibat banjir dan tanah longsor itu mendapatkan anggaran dari BPBD sebesar Rp 40 juta.
Tercatat 2 ribu lebih saat ini rumah dibangun di Pandu Cerdas untuk korban banjir tahun 2014, dan yang baru menempati rumahnya sebanyak 6 ratus KK. Dan di Perumahan Pandu Cerdas akan dibuat perumahan yang baru nantinya.
“Regulasi yang dibuat pemerintah saat ini sangat lucu, yang tinggal di bantaran sungai, pinggiran pantai atau di dataran tinggi itu kebanyakan orang susah, yang pengetahuannya di bawah rata-rata, mereka hanya tahu menandatangani. Ada yang menyampaikan kepada saya perumahannya tidak pernah selesai, dikarenakan uangnya dibawa lari oleh kelompok lain,” ujar Yongkie saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulut dengan BPBD Sulut dan Kota Manado, di Ruang Rapat Komisi III, Selasa (2/2/2021).
Ia menambahkan, kenapa uang bantuan pembangunan rumah di Pandu tidak dikasih langsung ke setiap KK. Buat apa dibuat kelompok lagi, jika ada yang bawa lari uang itu, terus bagimana kelanjutannya.
Jika ada bantuan uang, jangan diberikan dalam bentuk kelompok, rawan bermasalah. Jika ada masyarakat yang pengetahuan dibawah rata-rata, maka ia hanya berpikir rumahnya itu ada. Tidak tagu sudah 2 tahun lebih rumahnya tidak selesai, mengingat uang yang diberikan sebagian dibawah lari oleh anggota kelompok lainnya, atau ada permainkan.
“Adapun saya temukan di lapangan, ada salah satu masyarakat rumahnya dimasuki air di pinggiran sungai, saat saya bertanya sudah dapat bantuan, jawabnya ada pak, saya tanya lagi bentuk bantuannya apa, jawabnya rumah di Pandu Cerdas, kemudian masyarakat menyampaikan ia mendapatkan surat berbentuk pernyataan. Ketika saya lihat surat itu berisikan sudah menerima uang kontan streep tunai sejumlah Rp 40 juta, dan di bawahnya lagi bertuliskan uang ini diberikan dalam bentuk rumah di Pandu Cerdas. Melihat ini, saya bingung. Saya bertanya lagi, apakah sudah menerima uang, jawabnya tidak, kenapa disurat tersebut dituliskan menerima uang streep tunai. Ketika saya melihat ini, setiap KK itu mendapat dua berita acara satu rumah dan satunya uang, ini yang harus dipertanyakan, jangan main-main dengan ini,” tegas politisi Partai Golkar.
Untuk masalah bantuan korban banjir tahun 2014 ini kan, sudah memakan korban dua orang masuk penjara. “Jadi saya tahu masalah ini, dan saya ikuti, karena saya periode yang lalu berada di komisi IV,” tambahnya.
Mendengarkan tanggapan Yongkie Limen, ditanggapi Donal Sambuaga yang didampingi Joi Oroh. Ia menanggapi, bahwa dirinya baru masuk setahun menjabat BPBD Kota Manado. “Untuk bantuan rumah bagi korban banjir tahun 2014 itu, saya ketahui dalam bentuk uang ke kelompok untuk membangun rumahnya masing-masing, itu merupakan arahannya dari BPBD pusat,” jawab Ronal dan Joi. Kemudian, dalam pembangunan rumah tersebut tidak hanya membiarkan 10 KK itu melibatkan konsultan.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post